Tag Archives: pura

Dalam Dua Dekade, Orang Bali Perkotaan Akan Terpinggirkan


NOT-SALEMiris memang kondisi Bali saat ini. Setelah perekonomian yang mulai didominasi non pribumi, perlahan namun pasti, kepemilikan lahan juga berpindah tangan ke orang luar. Transaksi jual beli lahan dengan harga gila-gilaan marak terjadi di Bali dan sayangnya mayoritas pembeli adalah bukan orang Bali. Dalam dua dekade kedepan, orang Bali perkotaan akan terpinggirkan, teriliminasi, tersudutkan di tanah sendiri.

Sebahagian orang mungkin mencemooh, ”Orang protes, ngomong, cari kesalahan itu gampang. Kasi solusi dong, itu baru cerdas!”. Saya jawab, ”maaf brow.. saya cuma bisa lihat saja, karena saya hanya orang goblok, gak taulah harus berbuat apa apa. Kalau gak berkenan, gak usah dibaca saja, ini cuman persepsi saya tentang keadaan Bali saat ini.” Continue reading

Mahasemaya Warga Pande : Karya Ring Pura Penataran Pande Bujaga 2013


Sukseskan Karya Mamungkah, Mapedagingan, Ngenteg Linggih Lan Mapedudusan Agung Pura Penataran Pande Bujaga, Nongan, Karangasem.

(Jln Raya Besakih, Karangasem)

 

Pura Gunung Raung Taro Bali


Pura Gunung Raung Taro, bali

sumber: http://www.balipost.co.id

…acara sang sista, dharma ta ngarannika.
Sista
ngaran sang hyang satya wadi,
sang
apta, sang patirthan, sang pana
dahan
upadesa (Sarasamuscaya 40).

Maksudnya:
Tradisi hidup orang utama yang disebut sang Sista juga disebut Dharma. Orang yang disebut Sista itu adalah orang yang selalu menyatakan kebenaran (Satyavadi), orang yang dapat dipercaya karena cakap dan bijaksana (apta), orang yang menjadi tempat penyucian diri (sang patirthan) dan orang yang selalu mengajarkan pendidikan kerohanian (penadahan upadesa).

Keberadaan Pura Gunung Raung di Desa Taro berhubungan dengan perjalanan Dang Hyang Markandya, seorang resi dari Pasraman Gunung Raung Jawa Timur ke Bali. Sebagai seorang ”dang hyang” yang sudah berstatus orang suci tentunya beliau terpanggil untuk melakukan penyebaran pendidikan kerohanian yang dalam Sarasamuscaya 40 disebut ”panadahan upadesa”. Penyebaran pendidikan rohani tersebut dilakukan untuk membangun umat agar memiliki kemampuan hidup mandiri. Karena kendali kehidupan di dunia ini diawali dengan membangun kesadaran rohani untuk menata kehidupan duniawi. Continue reading