Tag Archives: Pendidikan

“Re-strukturisasi Hutang Karma Di Pulau Sorga”


KARMAHutang Karma atau Karma Phala adalah hasil perbuatan baik atau buruk yang buahnya wajib dinikmati oleh subyek Karma yaitu manusia. Dosa atau Karma buruk tentu busuk pula buahnya. Kemelaratan, kemiskinan, kesengsaraan, penderitaan yang menimpa saudara-saudara kita bahkan kita sekalipun adalah mungkin fakta Karma Phala yang sedang berproses. Namun intervensi kongkret penguasa Pulau Sorga menggelontorkan program-program mulia pengentasan kemiskinan, mau tidak mau harus diakui berdampak pada pengurangan Hukum Karma seseorang. Continue reading

Advertisements

Sekolah Filial Tambang Generasi Cerdas


FILIALSekolah Filial ini adalah istilah yang berarti sekolah yang jaraknya sangat jauh dari keramaian kota dan terpencil. Dengan demikian fasilitas sekolah tentunya sangat minim. Jika persepsi kita sama, tentu dapat dikatagorikan ibarat sekolah jadul atau tempoe doeloe. Sekolah-sekolah di jaman pergerakan dahulu bisa disebut sekolah filial jika dibandingkan lembaga modern saat ini. Namun, pernahkah kita berpikir berapa tokoh-tokoh genius dan sukses saat ini yang merupakan produk pendidikan masa lampau. Sekolah filial adalah cikal bakal para generasi tua yang merajai saat ini. Continue reading

Kurikulum Pendidikan Harus Dirombak!!


(Denpasar, 5/10)

Kurikulum Nasional sebagai bagian dari Standar Nasional Pendidikan di Indonesia dalam implementasinya belum menghasilkan anak-anak didik menurut criteria dan tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Perubahan perilaku sebagai indikator dasar suksesnya pendidikan belum tercapai dengan baik akibat eksplorasi habis-habisan dalam ranah kognitif semata dan mengesampingkan nilai-nilai luhur sebuah prilaku yang beradab. Sistem pendidikan saat ini hanya mencetak orang-orang pintar tanpa meletakkan pondasi moral dan budi pekerti dalam ”human attitude”. Faktanya, dibalik eforia dalam ”success story” dunia pendidikan Indonesia, siswa-siswanya bahkan mahasiswa sering terlibat tawuran dan kekerasan yang berujung korban jiwa. Continue reading

Character Building Dengan Etika “Sor-Singgih Basa Bali” (Sebuah pemikiran)


Membangun karakter individu dalam konteks pendidikan karakter bukanlah pekerjaan yang instant. Sejauh ini ditempuh upaya melalui pendekatan dalam pembentukan ataupun perubahan prilaku individu. Logikanya adalah individu melakukan self reflection beragam pencitraan etika dan perbuatan yang ditunjukkan oleh pendidik dan institusi secara umum. Setiap contoh perbuatan yang baik dimaksudkan untuk mempengaruhi rasa maupun mental kepribadian seseorang dan sekaligus merubah main set individu atau kelompok untuk dapat berprilaku positif, normalisasi dan menciptakan kebiasaan-kebiasaan baru. Dengan demikian, pola yang terjadi adalah : Continue reading

Menelisik Lebih Dalam Pembelajaran Kontekstual (CTL)


Kata kontekstual berasal dari kata Context yang berarti “hubungan, konteks, suasana dan keadaan konteks”. Sehingga pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang berhubungan dengan suasana tertentu. Secara umum contextual mengandung arti : yang berkenenan, relevan, ada hubungan atau kaitan langsung, mengikuti konteks, yang membawa maksud, makna dan kepentingan.[1]

Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) disingkat menjadi CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Pendidikan Inklusi, bukan eksklusive..


Pendidikan untuk semua (education for all) adalah semangat yang didengungkan dalam pembangunan pendidikan dewasa ini. Pendidikan untuk setiap warga negara Indonesia tanpa membedakan rasa keadilan dan tanpa diskriminasi baik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) maupun anak normal (non ABK). Semua memperoleh perlakuan sama, tanpa ekslusivisme sepihak. Continue reading

Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Hindu Bali


Bagi kita “Manusa Bali”, Pendidikan kharakter bukan hal yang baru.

(Oleh : Pande Udayana)

(http://image.guim.co.uk/)

Pendidikan kharakter dewasa ini merupakan aspek penting yang menjiwai Pendidikan Nasional kita. Tujuan pendidikan bukan hanya membentuk intelektual super saja namun juga membentuk akhlak dan moral yang baik. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Dalam prakteknya merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Continue reading