Tag Archives: hindu

Dalam Dua Dekade, Orang Bali Perkotaan Akan Terpinggirkan


NOT-SALEMiris memang kondisi Bali saat ini. Setelah perekonomian yang mulai didominasi non pribumi, perlahan namun pasti, kepemilikan lahan juga berpindah tangan ke orang luar. Transaksi jual beli lahan dengan harga gila-gilaan marak terjadi di Bali dan sayangnya mayoritas pembeli adalah bukan orang Bali. Dalam dua dekade kedepan, orang Bali perkotaan akan terpinggirkan, teriliminasi, tersudutkan di tanah sendiri.

Sebahagian orang mungkin mencemooh, ”Orang protes, ngomong, cari kesalahan itu gampang. Kasi solusi dong, itu baru cerdas!”. Saya jawab, ”maaf brow.. saya cuma bisa lihat saja, karena saya hanya orang goblok, gak taulah harus berbuat apa apa. Kalau gak berkenan, gak usah dibaca saja, ini cuman persepsi saya tentang keadaan Bali saat ini.” Continue reading

Advertisements

Mengapa Weda dan Kitab Hindu Lainnya dianggap Mitologi?


Memang, masih menjadi paradigma yang kuat dalam pikiran orang, bahkan orang Hindu sendiri, bahwa Weda dan Purana hanya berisi epos dan mitologi. Ambillah contoh kitab Bhagavadgita. Bhagavad-gita berisi wejangan rohani yang disampaikan oleh Sri Krishna kepada Arjuna menjelang berlangsungnya perang Bharata Yudha, yang konon terjadi sekitar lima ribu tahun yang lalu. Kita semua tahu bahwa Bhagavad-gita sebenarnya adalah bagian dari Bhisma Parwa, salah satu diantara 18 Parwa kitab Mahabharata. Sri Krishna, Arjuna, beserta para Pandawa adalah tokoh-tokoh utama dalam kisah Mahabharata. Tetapi dalam anggapan sebagian besar masyarakat Hindu sekalipun, Mahabharata tidak lebih daripada sekedar sebuah epos, cerita kepahlawanan yang dikarang oleh Rsi Vyasa. Ketika kita jelaskan bahwa tempat-tempat yang disebutkan dalam kitab Mahabharata saat ini masih bisa kita telusuri lokasinya, orang masih akan menyangkal dan meragukan penjelasan itu. Menurut mereka, Rsi Vyasa terinspirasi oleh nama-nama tempat itu, lantas mengarang cerita fiksi, yang mengambil nama-nama seperti Hastinapura. (sekarang New Delhi), Dwaraka, dan lain-lain sebagai latar atau setting terjadinya kisah dalam Mahabharata.

Apalagi, dalam masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa, Krishna dan Arjuna dikenal sekedar sebagai tokoh-tokoh dalam dunia pewayangan. Bahkan, ada orang Jawa yang akan marah besar, kalau dikatakan bahwa Mahabharata berasal dari India. Mereka meyakini bahwa kisah Mahabharata terjadi di Jawa, dibuktikan dengan adanya nama nama tempat dan gunung di Indonesia yang diberi nama Arjuna, Bima, dan lain-lain. Ajaran-ajaran yang terkandung dalam cerita pewayangan telah menjadi filosofi hidup bagi sebagian besar orang jawa. Karena itu, kalau kita katakan perang Mahabharata betul-betul terjadi dalam sejarah, mereka menyangsikan kebenarannya.

Pengertian Mitologi

Apa sebenarnya arti kata mitos atau mitologi? Kata mitologi, diadaptasi dari bahasa Inggris Continue reading

Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Hindu Bali


Bagi kita “Manusa Bali”, Pendidikan kharakter bukan hal yang baru.

(Oleh : Pande Udayana)

(http://image.guim.co.uk/)

Pendidikan kharakter dewasa ini merupakan aspek penting yang menjiwai Pendidikan Nasional kita. Tujuan pendidikan bukan hanya membentuk intelektual super saja namun juga membentuk akhlak dan moral yang baik. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Dalam prakteknya merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Continue reading

Pemuja Arca, ataukah penyembah berhala?


Umat Hindu Pemuja Arca, Ataukah Penyembah Berhala?

arca-3arca-4

Konsep pemujaan terhadap murti atau arca Tuhan dan berbagai penjelmaan-Nya merupakan ciri pokok cara sembahyang dalam Agama Hindu. Sebaliknya dalam ajaran agama lain cara tersebut dipandang sebagai sebuah jalan kesesatan. Umat agama lain melarang keras pemujaan terhadap objek sembahyang apapun yang diciptakan oleh manusia. Cara sembahyang umat hindu dituduh sebagai pemujaan berhala. Celakanya, pemujaan terhadap berhala inilah yang sering dijadikan sebagai alasan untuk “menyelamatkan” orang-orang Hindu.

Berbagai pertanyaan mencuat ketika melihat cara orang hindu memuja tuhan mereka. Masak sih, Tuhan seperti batu? Tidakkah berarti kita membatasi tuhan kalau tuhan kita puja dalam wujud tertentu? Apakah bukan pelecehan besar kalau kita mempersamakan Tuhan dengan benda-benda ciptaannya? Lalu muncullah berbagai pertanyaan teologis yang acapkali memojokkan. Continue reading