Tag Archives: adat

Dalam Dua Dekade, Orang Bali Perkotaan Akan Terpinggirkan


NOT-SALEMiris memang kondisi Bali saat ini. Setelah perekonomian yang mulai didominasi non pribumi, perlahan namun pasti, kepemilikan lahan juga berpindah tangan ke orang luar. Transaksi jual beli lahan dengan harga gila-gilaan marak terjadi di Bali dan sayangnya mayoritas pembeli adalah bukan orang Bali. Dalam dua dekade kedepan, orang Bali perkotaan akan terpinggirkan, teriliminasi, tersudutkan di tanah sendiri.

Sebahagian orang mungkin mencemooh, ”Orang protes, ngomong, cari kesalahan itu gampang. Kasi solusi dong, itu baru cerdas!”. Saya jawab, ”maaf brow.. saya cuma bisa lihat saja, karena saya hanya orang goblok, gak taulah harus berbuat apa apa. Kalau gak berkenan, gak usah dibaca saja, ini cuman persepsi saya tentang keadaan Bali saat ini.” Continue reading

Advertisements

Politik Merambah Klan (Marga) Orang Bali


Klan atau Soroh adalah sebutan bagi Marga dalam sistem kekerabatan di Bali. Saat ini memang terjadi exlusivisme bagi mayoritas orang Bali ketika klan atau soroh tersebut melekat pada dirinya. Namun tanpa disadari akan terjadi pengelompokkan akibat fanatisme soroh yang berlebihan. Terjadi pengkotak-kotakan derajat dalam masyarakat Bali ketika klan yang satu merasa mempunyai derajat yang lebih tinggi dari yang lainnya. Neo Feodalisme akan terbentuk dan inilah awal perpecahan orang Bali.

Kelompok-kelompok klan yang terbentuk ibarat kantung-kantung suara bagi politisi yang jeli melihat celah dan kelemahan sistem klan di Bali. Lobi – lobi politik tentu akan lebih mudah dan bahkan tak terbantahkan ketika tokoh sebuah partai politik juga pemimpin sebuah soroh/klan/marga di Bali. Apalagi ketika klan tersebut juga memiliki pertalian dengan klan lainnya yang se-level. Maka politik praktis ibarat virus yang dapat meng-infeksi sampai ke akar-akar sebuah piramida soroh di Bali yang hidup dalam benteng adat yang kuat dengan sekali sentuhan saja. Sekuat apapun benteng adat kita di Bali, kelemahan-kelemahan sistem soroh ibarat kuda troya yang memecah Bali secara internal. Waspadalah..!!

PNS Krama Bali sebagai warga adat juga “Ngayah”…


Perihal “Ngayah” yang selama ini menjadi topik hangat dalam sebuah media cetak di Bali cenderung memposisikan bahwa PNS / Krama Bali yang mempunyai pekerjaan sebagai PNS adalah jauh dari kegiatan – kegiatan sosial masyarakat Bali bahkan seakan-akan bukan merupakan warga adat di Bali.  Gaji yang diterima PNS dijadikan pembanding dalam memandang persoalan-persoalan yang dihadapi prejuru-prejuru adat dalam melaksanakan kegiatan “Ngayah”. Continue reading