Category Archives: Sosial

situasi sosial masyarakat

“Psikologi Kematian”


Menurut data dari biro pusat statistik  bahwa pada tahun 2025 nanti  harapan hidup orang indonesia bisa mencapai 73  tahun. Dapat dibayangkan bahwa terjadi penurunan kwalitas hidup yang merupakan salah satu indikator semakin singkatnya usia manusia. Mungkin saja akibat pola hidup, stress, zat kimia dalam makanan, polusi atau alasan terakhir “takdir”.

Umur nenek moyang kita jauh lebih panjang, bahkan mereka “survive” mencapai usia 120 tahun, masih terlihat kuat bahkan untuk berjalan terkadang dengan beban kayu bakar di punggung. Continue reading

Hakekat Anak Berkebutuhan Khusus


Anak Berkebutuhan Khusus

Apabila kita membicarakan Pendidikan Luar Biasa yang dalam bahasa Inggris disebut “Special Education”, maka tidak bisa lepas dengan Anak Berkebutuhan Khusus atau Exceptional Children. Untuk Anak Berkebutuhan Khusus dikenal juga istilah anak cacat, anak berkelainan, anak tuna dan dalam pembelajarannya menjadi salah satu kelompok anak yang memiliki kebutuhan khusus. Continue reading

Musyawarah Daerah V DPD Pertuni Bali


Susunan Panitia MUSDA V DPD PertuniBali

TAHUN 2010


    1. Ketua Panitia : Made Kandra
    2. Ketua OC : Gede Winaya
    3. Sekretaris : Eka Darma Yanti Ningsih, S.Pd
    4. Bendahara : Gusti Ayu Nyoman Sri Damayanti, A.Md
    5. Seksi Penggalian Dana :
  1. Ketut Masir
  2. Ketut Suma
  3. Nyoman Swandi

6. Seksi Akomodasi dan Perlengkapan :

  1. Drs. Petrus Sutadi.
  2. Anak Agung Raka Putra
  3. Dewa Sujana

7. Seksi Konsumsi :

  1. I Gusti Ayu Arini
  2. Nengah Sugiyani

8. Seksi Dokumentasi : Putu Dita

9. Seksi Umum :

  1. Gede Purnama Eka Saputra, S.Sn
  2. Drs. Sadiran

10. Ketua SC : Made Sukawijaya

11. Sekretaris :

  1. Ketut Gede Rahadi Diana Putra, S.Pd
  2. Fajar Apriani, ST
  3. Pande Made Diesna Udayana

12. Anggota :

  1. Nyoman Ariana
  2. I Gusti Ngurah Komang Ariana
  3. I Ketut Parta
  4. Gusti Ngurah Ambara
  5. Rudi

—————————————————————————————–

Rencana Penghapusan Ditjen PMPTK


Peleburan Ditjen PMPTK
Langkah Mundur Dalam Membangun Guru
Sebagai Profesi

Sumber: http://edukasi.kompasiana.com

PROLOG

Tidak lama setelah masuknya Prof. Dr. M. Nuh sebagai orang nomer satu di Kementerian Pendidikan Nasional, berkembang aspirasi untuk melebur Ditjen PMPTK (Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan) yang baru berumur 5 tahun ke dalam direktorat jenderal persekolahan. Tidak sedikit pihak yang telah menduga dan bahkan menginisiasi serta mendukungnya. Namun bagi banyak kalangan hal ini tentu saja mengejutkan dan menimbulkan tanda tanya. Tulisan ini akan mengulas esensi usulan tersebut dari berbagai sudut pandang dengan harapan dapat mendudukkan permasalahannya pada posisi yang sesuai dengan hakekat tantangan pembinaan guru sebagai profesi yang memainkan peran sentral dalam pembangunan sistem pendidikan nasional di negeri tercinta ini.

GAGASAN AWAL

Gagasan peleburan awalnya berangkat dari aspirasi untuk membelah Ditjen Mandikdasmen menjadi 2 (dua) Direktorat Jenderal, Ditjen Pendidikan Dasar dan Ditjen Pendidikan Menengah. Secara substansial gagasan ini dapat diterima. Justru diharapkan dengan adanya pemisahan tersebut akan diperoleh manfaat berupa peningkatan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan kedua jenjang pendidikan. Di satu pihak Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dapat memfokuskan diri dalam meningkatkan penyelenggaraan Wajar Dikdas (Wajib Belajar Pendidikan Dassar) 9 tahun. Di pihak lain Ditjen Manajamen Pendidikan Menengah akan memiliki kesempatan yang lebih terbuka dan terfasilitasi secara malsimal dalam mengantarkan anak bangsa baik yang akan menjadi ilmiawan dengan memilih jalur pendidikan akademik bagi yang siap, dan menjadi pekerja terampil dan siap pakai bagi yang memilih jalur pendidikan vokasional. Continue reading