Category Archives: Kritik & Opini

kritik dan opini dalam berbagai topik

Dalam Dua Dekade, Orang Bali Perkotaan Akan Terpinggirkan


NOT-SALEMiris memang kondisi Bali saat ini. Setelah perekonomian yang mulai didominasi non pribumi, perlahan namun pasti, kepemilikan lahan juga berpindah tangan ke orang luar. Transaksi jual beli lahan dengan harga gila-gilaan marak terjadi di Bali dan sayangnya mayoritas pembeli adalah bukan orang Bali. Dalam dua dekade kedepan, orang Bali perkotaan akan terpinggirkan, teriliminasi, tersudutkan di tanah sendiri.

Sebahagian orang mungkin mencemooh, ”Orang protes, ngomong, cari kesalahan itu gampang. Kasi solusi dong, itu baru cerdas!”. Saya jawab, ”maaf brow.. saya cuma bisa lihat saja, karena saya hanya orang goblok, gak taulah harus berbuat apa apa. Kalau gak berkenan, gak usah dibaca saja, ini cuman persepsi saya tentang keadaan Bali saat ini.” Continue reading

Advertisements

“Re-strukturisasi Hutang Karma Di Pulau Sorga”


KARMAHutang Karma atau Karma Phala adalah hasil perbuatan baik atau buruk yang buahnya wajib dinikmati oleh subyek Karma yaitu manusia. Dosa atau Karma buruk tentu busuk pula buahnya. Kemelaratan, kemiskinan, kesengsaraan, penderitaan yang menimpa saudara-saudara kita bahkan kita sekalipun adalah mungkin fakta Karma Phala yang sedang berproses. Namun intervensi kongkret penguasa Pulau Sorga menggelontorkan program-program mulia pengentasan kemiskinan, mau tidak mau harus diakui berdampak pada pengurangan Hukum Karma seseorang. Continue reading

Profesionalisasi Aparatur Ibarat Menegakkan Benang Basah


profesionalitas-pnsKata “professional” itu sering melekat pada bidang pekerjaan swasta. Kalau ingin dibilang profesional sebaiknya magang dulu pada perusahaan swasta. Kebiasaan hantam kromo dalam mempekerjakan bawahan bukalah profesionalisme yang sehat. Inovasi memang penting namun pola kerja yang sehat lebih penting karena akan menjamin kontinuitas output yang berkualitas.

Istilah profesionalisme berasal dari kata professio, dalam Bahasa Inggris professio memiliki arti sebagai berikut: A vocation or occupation requiring advanced training in some liberal art or science and usually involving mental rather than manual work, as teaching, engineering, writing, etc. (Webster dictionary,1960:1163) (suatu pekerjaan atau jabatan yang membutuhkan pelatihan yang mendalam baik di bidang seni atau ilmu pengetahuan dan biasanya lebih mengutamakan kemampuan mental daripada kemampuan fisik, seperti mengajar, ilmu mesin, penulisan, dll). Continue reading

“Si Genius Pemimpin Para Idiot”


genius-pemimpin-para-idiotKita Bisa Karena Biasa” demikian bunyi pepatah yang sering menginspirasi manusia untuk pantang  menyerah dan senantiasa belajar dalam kehidupan sehari-hari. Namun saat ini pepatah tersebut nampak terdegradasi menjadi ”Kita Bisa Karena Dipaksa”. Situasi ini lazim terjadi ketika rakyat sebuah negeri yang mayoritas intelektualnya standar-standar saja dipimpin oleh seorang pemimpin super melalui program-program unggulan bombastis pro rakyat jangka pendek. Pimpinan genius dengan ambisi spektakuler akan merevolusi kehidupan rakyatnya dari keterbelakangan. Alhasil, pembangunan pesat hanya terjadi dalam waktu sesaat, berikutnya adalah ”back to zero”, ”discontinue” karena rakyat tidak mampu melanjutkan tujuan utama dari tumpang sari program pimimpinnya yang genius. Pembangunan ngadat akibat rakyat yang miskin inovasi dan bukan karena kurang memahami. Continue reading

Cagub-Cawagub Di Pulau Daun Kelor : “Yang Miskin Gak Usah Mimpi”


daun-kelorPulau “Daun Kelor” itu sebutan untuk pulau mini, ibarat pepatah “dunia tak selebar daun kelor” artinya kurang lebih miriplah. Hanya saja, banyak orang doyan ”daun kelor”. Secara ilmiah untuk dimanfaatkan sebagai sayur yang bergizi, tapi juga secara magis untuk melindungi diri dari kekuatan ilmu hitam.

Jelas dalam bayangan saya, sebuah pulau kecil minim lahan, penduduk membengkak dan kesenjangan sosial tinggi, namun banyak dilirik investor. Benteng pulau ini tentu saja pada ikatan struktur budaya dan tradisi lokal turun temurun yang disebut ”Adat”. Continue reading

Politik Merambah Klan (Marga) Orang Bali


Klan atau Soroh adalah sebutan bagi Marga dalam sistem kekerabatan di Bali. Saat ini memang terjadi exlusivisme bagi mayoritas orang Bali ketika klan atau soroh tersebut melekat pada dirinya. Namun tanpa disadari akan terjadi pengelompokkan akibat fanatisme soroh yang berlebihan. Terjadi pengkotak-kotakan derajat dalam masyarakat Bali ketika klan yang satu merasa mempunyai derajat yang lebih tinggi dari yang lainnya. Neo Feodalisme akan terbentuk dan inilah awal perpecahan orang Bali.

Kelompok-kelompok klan yang terbentuk ibarat kantung-kantung suara bagi politisi yang jeli melihat celah dan kelemahan sistem klan di Bali. Lobi – lobi politik tentu akan lebih mudah dan bahkan tak terbantahkan ketika tokoh sebuah partai politik juga pemimpin sebuah soroh/klan/marga di Bali. Apalagi ketika klan tersebut juga memiliki pertalian dengan klan lainnya yang se-level. Maka politik praktis ibarat virus yang dapat meng-infeksi sampai ke akar-akar sebuah piramida soroh di Bali yang hidup dalam benteng adat yang kuat dengan sekali sentuhan saja. Sekuat apapun benteng adat kita di Bali, kelemahan-kelemahan sistem soroh ibarat kuda troya yang memecah Bali secara internal. Waspadalah..!!

Bali Jelang Pilgub 2013 : Main Keroyokan!


Setahun jelang Pilgub Bali 2013, rakyat benar-benar dibikin pusing oleh suasana pemerintahan yang dihantam dari segenap penjuru sehingga mengganggu ritme kerja pemerintah seperti yang dilansir oleh sebuah media cetak nasional baru-baru ini. Setiap terjadi kasus yang menyangkut kebijakan dibawa masuk dalam ranah politik dan menjadi polemik akibat ambisi politik yang terlalu ngebet serta tidak sabaran. Alhasil pemerintahan menjadi tidak nyaman dan eksekutif terganggu bekerja sehingga rakyat yang pertama akan dirugikan. Continue reading