Category Archives: Bali

Dalam Dua Dekade, Orang Bali Perkotaan Akan Terpinggirkan


NOT-SALEMiris memang kondisi Bali saat ini. Setelah perekonomian yang mulai didominasi non pribumi, perlahan namun pasti, kepemilikan lahan juga berpindah tangan ke orang luar. Transaksi jual beli lahan dengan harga gila-gilaan marak terjadi di Bali dan sayangnya mayoritas pembeli adalah bukan orang Bali. Dalam dua dekade kedepan, orang Bali perkotaan akan terpinggirkan, teriliminasi, tersudutkan di tanah sendiri.

Sebahagian orang mungkin mencemooh, ”Orang protes, ngomong, cari kesalahan itu gampang. Kasi solusi dong, itu baru cerdas!”. Saya jawab, ”maaf brow.. saya cuma bisa lihat saja, karena saya hanya orang goblok, gak taulah harus berbuat apa apa. Kalau gak berkenan, gak usah dibaca saja, ini cuman persepsi saya tentang keadaan Bali saat ini.” Continue reading

Pilgub Bali 2013 : Pastikan Pilihan, Pastikan Masa Depan!


pastikan-pilihan-andaSemeton Krama Bali sareng sami, ayo gunakan hak anda dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali pada tanggal 15 Mei 2013. Jangan salah pilih, pastikan pilihan anda untuk masa depan Bali yang pasti lebih baik. Astungkara

” Galungan, Putu Regeg Pulang Ke Bali “


(Kedekatan orang Bali dengan Leluhurnya)

Sepuluh tahun telah berlalu semenjak peristiwa naas menimpa Putu Regeg (5), bocah lelaki pasangan MA (48) dan KY (41) yang jiwanya tak tertolong ketika tercebur di aliran Tukad (sungai) Badung saat bermain bersama teman-teman sebayanya. Kabut duka senantiasa bergelayut di bola mata kedua orang tuanya hingga saat ini dan melahirkan trauma berkepanjangan. Maklumlah, sangat berarti kehilangan anak laki-laki (anak perempuan juga sama) dalam sistem ”Kepurusan” yang lazim di Bali, apalagi ”spirituality Cost” dalam membesarkan seorang anak di Bali terbilang cukup besar.

Seperti umumnya di Bali, jenazah Putu Regeg di upacarai menurut kepercayaan Hindu sebatas yang diijinkan bagi orang yang meninggal secara ”Salah Pati” tanpa prosesi Ngaben karena harus menunggu beberapa tahun kedepan. Atman (roh) belum boleh menetap atau ditempatkan di merajan pribadi keluarga. Continue reading

Pemimpin Bali Menurut “Kawula Bali”


Berbicara tentang “Pemimpin” adalah mengurai kwalitas individu dan seni seseorang dalam melaksanakan kepemimpinan. Dari sekian banyak Pemimpin Bali dalam beberapa kurun waktu pemerintahan, rakyat Bali yang seharusnya memberi penilaian terhadap suatu kepemimpinan secara independent, bukan dari suara kelompok ataupun pengamat yang sering berputar-putar dan bias dalam memberikan ”judgement” tanpa memberikan tolak ukur yang jelas mengenai kritera ”Pemimpin Bali” yang diharapkan.

Tulisan-tulisan berikut ini dibuat oleh ”rakyat kecil” merupakan sebagian kecil informasi yang mungkin dapat dipakai sebagai acuan pemahaman dalam menentukan pemimpin Bali seperti yang diharapkan. Paling tidak dari sekian banyak tipe pemimpin yang pernah memimpin Bali, rakyat Bali mampu menunjukkan manakah yang terbaik dalam memajukan Pulau Bali. Continue reading

SERDADU CAPUNG MENGKRITIK “Semau Gue” : PEMBANGUNAN BALI TANPA ARAH


(Denpasar, Bali)

Pembangunan bali saat ini menjadi sorotan berbagai pihak yang menginginkan wajah kemajuan seperti perspektif masing-masing. Banyak pemerhati pintar namun jarang yang betul-betul cerdas. Kaum intelektual cerdas adalah individu kritis yang memberi kritik pula solusi yang ditawarkan, bukan menjadi orang pintar yang gemar melempar protes namun miskin jalan keluar.

Sangat perlu memang kontrol publik terhadap pembangunan Bali. Kontrol bagi kebijakan yang bersentuhan dengan masyarakat Bali secara berimbang. Bukan men-generalisasi semua permasalahan menjadi sebuah kesimpulan “Pembangunan Bali tanpa arah”. Jangan menjadi serdadu capung, pintar dalam controlling namun hobby bermanuver. Capung-capung beterbangan juga tanpa arah, sering dibawah kendali macan kertas. Continue reading

Kebersamaan Anak-Anak Merayakan HUT RI Ke-67


HUT Kemerdekaan RI ke-67 pada tanggal 17 Agustus 2012 yang jatuh pada hari Jumat, tepat dua hari sebelum Lebaran, bukan hanya diselenggarakan secara protokoler oleh Pemerintah saja. Anak-anak di kampung dan di pelosok gang-gang sempit kota besar dengan semangat kebersamaan merayakannya dengan lomba-lomba kecil penuh kemeriahan.

Tema HUT RI kali ini adalah “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Bekerja Keras untuk Kemajuan Bersama, Kita Tingkatkan Pemerataan Hasil-hasil Pembangunan untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Hal ini mencerminkan sikap kebersamaan Bangsa Indonesia sebagai prioritas dalam membangun bangsa, sekaligus bersama-sama secara adil dan merata memperoleh hasil-hasil pembangunan. “Bersatu dalam berbagai warna”. Continue reading