Dalam Dua Dekade, Orang Bali Perkotaan Akan Terpinggirkan


NOT-SALEMiris memang kondisi Bali saat ini. Setelah perekonomian yang mulai didominasi non pribumi, perlahan namun pasti, kepemilikan lahan juga berpindah tangan ke orang luar. Transaksi jual beli lahan dengan harga gila-gilaan marak terjadi di Bali dan sayangnya mayoritas pembeli adalah bukan orang Bali. Dalam dua dekade kedepan, orang Bali perkotaan akan terpinggirkan, teriliminasi, tersudutkan di tanah sendiri.

Sebahagian orang mungkin mencemooh, ”Orang protes, ngomong, cari kesalahan itu gampang. Kasi solusi dong, itu baru cerdas!”. Saya jawab, ”maaf brow.. saya cuma bisa lihat saja, karena saya hanya orang goblok, gak taulah harus berbuat apa apa. Kalau gak berkenan, gak usah dibaca saja, ini cuman persepsi saya tentang keadaan Bali saat ini.”

Sebagai barometer adalah kota Denpasar. Suatu ketika, saya belanja di sebuah warung pribumi di bilangan kota denpasar, seorang ibu rumah tangga ditemani anaknya asyik ngobrol dengan pemilik warung. Ibu itu berkata ”bos, ada yang cari tanah? Lima are, 2M global, langsung owner orang Bali”. Pemilik warung menjawab, ”oh ya, saya ada buyer kuat, dari kalimantan”. Saya terkejut dan berpikir bahwa jual beli lahan saat ini sudah sangat akut, bahkan ibu-ibu rumah tanggapun ikut-ikutan jadi maklar tanah. Di satu sisi memang keuntungan yang didapat sangatlah menggiurkan, semua butuh uang untuk hidup, namun di sisi lain bahwa tanah Bali kian tergerus dan berpindah tangan ke orang-orang non pribumi.

Dari beberapa sumber informasi yang pernah saya baca, data menunjukkan bahwa pada tahun 2009 total lahan sawah di Bali tercatat seluas 81.931Ha, sedangkan pada tahun 2012 total lahan sawah tercatat 81.625 Ha. Ini berarti dalam kurun waktu 4 (empat) tahun dari 2009 s/d tahun 2012 tercatat alih fungsi lahan sawah sebesar 306 Ha (0,37%) atau sekitar 76,5 Ha/tahun. (http://distanprovinsibali.com/lahan-pertanian-pangan-berkelanjutan/). Dan di kota Denpasar, dalam lima tahun terakhir terjadi alih fungsi lahan sawah dari 2.717 hektar menjadi 2.519 hektar atau berkurang 198 hektar. (http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=79517).

Luas wilayah Kota Denpasar 127,98 km2 atau 127,98 Ha. Dari luas tersebut diatas tata guna tanahnya meliputi Tanah sawah 5.547 Ha dan Lahan Kering 10.001 Ha. Lahan Kering terdiri dari Tanah Pekarangan 7.714 Ha, Tanah Tegalan 396 Ha, Tanah Tambak/Kolam 9Ha, Tanah sementara tidak diusahakan 81 Ha, Tanah Hutan 538 Ha , Tanah Perkebunan 35 Ha dan Tanah lainnya: 1.162 Ha. (http://www.denpasarkota.go.id/index.php/selayang-pandang/2/Kondisi-Geografi).

Pemerintah dalam hal ini bisa saja mempertahankan jumlah lahan tersebut diatas, namun yang tidak bisa dihindari adalah bahwa kepemilikan tanah di Bali berpindah kepada non pribumi. Apalagi harga tanah di Bali tiap tahun naiknya 400%, perubahan harga tanah di Bali tidak hitungan bulan atau tahun, tapi menit. (http://finance.detik.com/read/2013/03/15/121115/2194947/1016/). Dalam kurun waktu 20 sampai 30 tahun ke depan, bisa dibayangkan terjadi arus perubahan kepemilikan lahan di kota Denpasar. Dan warga pribumi akan terpinggirkan, bermukim di pinggiran kota atau bahkan tidak memiliki rumah lagi alias indekos.

Jikalau hal ini tidak segera disadari oleh krama Bali, suatu saat nanti hanyalah bangunan-bangunan yang berstempel adat sajalah yang masih berdiri di tengah-tengah kota, sedangkan krama adatnya tinggal jauh di pinggiran kota. Banjar adat yang ada di tengah-tengah kota, namun krama adatnya tinggal terpisah jauh dari areal simbol adat tersebut. Setiap Hari Raya Keagamaan, umat Hindu akan sembahyang ke Kota. Pura-pura simbol keagamaan akan ramai ketika hari raya saja, karena warga tidak lagi tinggal di sekitar Pura. Nah, bagaimana solusinya?? Itulah yang harus dipikirkan saat ini. ***(PND)

Advertisements

5 thoughts on “Dalam Dua Dekade, Orang Bali Perkotaan Akan Terpinggirkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s