“Majunetra” menggebrak Bali


(Denpasar, Dikdas)

“Media audio sangat tepat sebagai suplemen dalam pembelajaran siswa tuna netra saat ini”, ungkap Eka Kristiata dari Balai Pengembangan Media Radio Pustekkom Kemdiknas, Rabu (26/9), dalam acara Bimbingan Teknis Pemanfaatan Media Audio Jelang Ujian Nasional Untuk Tuna Netra (Majunetra) di Hotel Puri Nusa Indah, Denpasar.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Bagawinata, dalam sambutannya menyampaikan bahwa siswa dan guru harus selalu membekali dirinya dengan beragam kompetensi demi peningkatan mutu pendidikan khusus. Pemerintah Provinsi Bali sangat mendukung program-program bagi kemajuan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) khususnya Tuna Netra.

Sebanyak 13 siswa dan 17 guru SMPLB dari SLB-A Negeri Denpasar mengikuti kegiatan ”Majunetra” yang berlangsung sehari. Para peserta memperoleh pelatihan menggunakan perangkat audio-CD yang berisi rekaman bimbingan tes dan persiapan ujian nasional yang akan dimanfaatkan secara klasikal maupun individual dalam pembelajaran.

Khusus saat ini, panitia hanya mempersiapkan media audio bidang studi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Selanjutnya diharapkan siswa tuna netra menggunakan media audio sebagai suplemen belajar disamping melalui baca-tulis Braille baik dalam pembelajaran sehari-hari bahkan ujian nasional.

”Kami siap mengevaluasi dan memperbaiki jika media audio ini mengalami masalah. Mohon masukan dari teman-teman di sekolah”, ucap Eka Kristiata mengakhiri kegiatan. (pnd)

Advertisements

2 thoughts on ““Majunetra” menggebrak Bali

  1. VANtheyologist

    @sob nunu: Kalo yang min/plus kalo msh bica dikoreksi dgn kaca mata bukan tunanetra.
    Tunanetra / visual impeirment adalah seseorang yang hanya memiliki
    Ketajaman penglihatannya 20/200 atau lebih kecil pada mata yang terbaik
    setelah dikoreksi dengan mempergunakan kacamata, atau ketajaman
    penglihatannya lebih baik dari 20/200 tetapi lantang pandangnya menyempit
    sedemikian rupa sehingga membentuk sudut pandang tidak lebih besar dari
    20 derajat. Tuna netra dibagi dua yaitu buta total (totally blind) dan yang masih mempunyai sisa penglihatan (Low Vision). ciri-ciri untuk mengenali tunanetra, yaitu: 1) seseorang yang hanya mengenal
    bentuk dan obyek (sedikit sisa pengelihatan); 2) hanya dapat mengitung jari
    dari berbagai jarak; 3) tidak dapat melihat tangan yang digerakan, 4)
    seseorang yang hanya dapat membedakan gelap, terang atau persepsi
    cahaya dan dapat menunjuk sumber cahaya; dan 5) seseorang yang tidak
    mempunyai persepsi cahaya (buta total).
    huruf-huruf yang dicetak untuk low vision adalah ukuran besar ukuran font 18-20 pada computer.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s