Sukseskan MUSDA V DPD PERTUNI BALI
MUSDA V DPD PERTUNI BALI
Lokasi: Graha Pertiwi Jln. Pertiwi No 9 Kerobokan – Badung, Bali
Tanggal 13 – 15 Juni 2010
Merayakan Tahun Baru 2010 “SLB A Negeri Denpasar”
Keluarga Besar SLB A N. Denpasar merayakan Tahun Baru 2010
Perayaan tahun baru 2010 berlangsung meriah, yang dirayakan bersama oleh seluruh kerluarga besar SLBAN denpasar Bali. Perayaan dibuka oleh kepala sekolah SLBAN denpasar ” Bapak Ngakan Dirgayusa” bersama seluruh dewan guru dan anak-anak didik.
Bapak kepala sekolah berharap semoga di tahun baru 2010, baik tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan murid untuk tetap memelihara kinerja yang baik yang sudah dicapai pd tahun 2009, danke depan lebih ditingkatkan di tahun yang baru ini.
Perayaan tahun baru dimeriahkan oleh Band anak SLB A N denpasar. Dilanjutkan dengan menyanyi bersama.
Anak Tuna Netra
Strategi pembelajaran anak tuna netra
Permasalahan strategi pembelajaran dalam pendidikan anak tunanetra didasarkan pada dua pemikiran, yaitu :
1. Upaya memodifikasi lingkungan agar sesuai dengan kondisi anak (di satu sisi).
2. Upaya pemanfaatan secara optimal indera-indera yang masih berfungsi, untuk mengimbangi kelemahan yang disebabkan hilangnya fungsi penglihatan (di sisi lain).
Strategi pembelajaran dalam pendidikan anak tunanetra pada hakekatnya adalah strategi pembelajaran umum yang diterapkan dalam kerangka dua pemikiran di atas. Pertama-tama guru harus menguasai karakteristik/strategi pembelajaran yang umum pada anak-anak awas, meliputi tujuan, materi, alat, cara, lingkungan, dan aspek-aspek lainnya. Langkah berikutnya adalah menganalisis komponen-komponen mana saja yang perlu atau tidak perlu dirubah/dimodifikasi dan bagaimana serta sejauh mana modifikasi itu dilakukan jika perlu. Pada tahap berikutnya, pemanfaatan indera yang masih berfungsi secara optimal dan terpadu dalam praktek/proses pembelajaran memegang peran yag sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar.
Dalam pembelajaran anak tunanetra, terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, antara lain :
1) Prinsip Individual
Prinsip individual adalah prinsip umum dalam pembelajaran manapun (PLB maupun pendidikan umum) guru dituntut untuk memperhatikan adanya perbedaan-perbedaan individu. Dalam pendidikan tunanetra, dimensi perbedaan individu itu sendiri menjadi lebih luas dan kompleks. Di samping adanya perbedaan-perbedaan umum seperti usia, kemampuan mental, fisik, kesehatan, sosial, dan budaya, anak tunanetra menunjukkan sejumlah perbedaan khusus yang terkait dengan ketunanetraannya (tingkat ketunanetraan, masa terjadinya kecacatan, sebab-sebab ketunanetraan, dampak sosial-psikologis akibat kecacatan, dll). Read more »




ID174094319
































