<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>VANtheyologist</title>
	<atom:link href="http://vantheyologi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vantheyologi.wordpress.com</link>
	<description>Give freedom our Opinions..</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 08:50:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='vantheyologi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/51a8e3a689b075369fab62b1e7b03bbc?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>VANtheyologist</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://vantheyologi.wordpress.com/osd.xml" title="VANtheyologist" />
	<atom:link rel='hub' href='http://vantheyologi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Malam Ciwaratri</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com/2012/01/02/malam-ciwaratri/</link>
		<comments>http://vantheyologi.wordpress.com/2012/01/02/malam-ciwaratri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 15:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VANtheyologist</dc:creator>
				<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[ciwa]]></category>
		<category><![CDATA[ciwaratri]]></category>
		<category><![CDATA[ratri]]></category>
		<category><![CDATA[siwa]]></category>
		<category><![CDATA[siwaratri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vantheyologi.wordpress.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Berbuat yang selalu berdasarkan dharma tidak segampang membalik telapak tangan. Tantangan atau godaan acapkali menghadang, sehingga untuk melakukan kebajikan itu, harus berani menanggung derita, bahkan mempertaruhkan nyawa. Satu hal yang perlu diingat adalah, agar dapat selalu berbuat berdasarkan dharma, maka harus selalu memelihara kesadarannya.  Sreya karma mengarahkan perbuatan yang disebut subha karma (perbuatan baik) dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=452&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:arial;"><span style="color:navy;font-family:arial;font-size:xx-small;"><strong><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2012/01/siwaratri.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-453" title="siwaratri" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2012/01/siwaratri.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><br />
</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berbuat yang selalu berdasarkan dharma tidak segampang membalik telapak tangan. Tantangan atau godaan acapkali menghadang, sehingga untuk melakukan kebajikan itu, harus berani menanggung derita, bahkan mempertaruhkan nyawa. Satu hal yang perlu diingat adalah, agar dapat selalu berbuat berdasarkan dharma, maka harus selalu memelihara kesadarannya.</p>
<p style="text-align:justify;"> <em>Sreya karma</em> mengarahkan perbuatan yang disebut <em>subha karma</em> (perbuatan baik) dan <em>wisaya karma</em> mengarahkan perbuatan yang disebut <em>asubha karma</em> (perbuatan yang penuh dosa). Manusia tentu harus menghindari perbuatan yang penuh dosa. Untuk mengetahui perbuatan dosa dan perbuatan yang sesuai dengan dharma dapat dilihat contohnya dalam Itihasa dan Purana. Dalam <em>Mahabharata,</em> Pandawa di bawah tuntunan Sri Krishna selalu berbuat dengan penuh pertimbangan dharma. Sebaliknya Korawa, saudara sepupu Pandawa, berbuat atas dasar dorongan hawa nafsu keduniawian saja. Contoh perbuatan yang baik dan buruk, juga bisa kita temukan dalam <em>Ramayana</em>. Sri Rama selalu bertindak di atas pertimbangan dharma. Sedangkan Rahwana selalu bertindak berdasarkan dorongan hawa nafsu yang menyimpang sama sekali dengan dharma.</p>
<p style="text-align:justify;"> Perayaan Siwa Ratri adalah salah satu bentuk ritual Hindu yang mengajarkan kita untuk selalu memelihara kesadaran diri agar terhindar dari perbuatan dosa dan papa. Diakui atau tidak, manusia sering lupa, karena memiliki keterbatasan. Kerena sering mengalami lupa itu, maka setiap tahun pada <em>sasih kepitu</em> (bulan ketujuh menurut penanggalan Bali), dilangsungkan upacara Siwa Ratri dengan inti perayaan <em>malam pejagraan. Pejagraan</em> yang asal katanya <em>jagra</em> itu artinya sadar, eling atau melek. Orang yang selalu <em>jagra-</em>lah yang dapat menghindar dari perbuatan dosa.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam <em>Bhagavadgita</em> III, 42, dinyatakan, orang akan memiliki alam pikiran jernih, apabila atman atau jiwa yang suci itu selalu menyinari budhi atau alam kesadaran. Budhi (kesadaran) itu menguasai <em>manah</em> (pikiran). <em>Manah</em> menguasai indria. Kondisi alam pikiran yang struktural dan ideal seperti itu amat sulit mendapatkannya. Ia harus selalu diupayakan dengan membangkitkan kepercayaan pada Tuhan sebagai pembasmi kegelapan jiwa. Siwa Ratri (Ratri juga sering ditulis Latri) adalah malam untuk memu-satkan pikiran pada Sanghyang Siwa guna mendapatkan kesadaran agar terhindar dari pikiran yang gelap. Karena itu, Siwa Ratri lebih tepat jika disebut &#8220;malam kesadaran&#8221; atau &#8220;malam pejagraan&#8221;, bukan &#8220;malam penebusan dosa&#8221; sebagaimana sering diartikan oleh orang yang masih belum mendalami agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang, orang yang selalu sadar akan hakikat kehidupan ini, selalu terhindar dari perbuatan dosa. Orang bisa memiliki kesadaran, karena kekuatan budhinya (yang menjadi salah satu unsur alam pikiran) yang disebut <em>citta</em>. Melakukan <em>brata</em> Siwa Ratri pada hakikatnya menguatkan unsur budhi. Dengan memusatkan budhi tersebut pada kekuatan dan kesucian Siwa sebagai salah satu aspek atau manifestasi Hyang Widhi Wasa, kita melebur kegelapan yang menghalangi budhi dan menerima sinar suci Tuhan. Jika budhi selalu mendapat sinar suci Tuhan, maka budhi akan menguatkan pikiran atau manah sehingga dapat mengendalikan indria atau Tri Guna.</p>
<p style="text-align:justify;">Siwa Ratri pada hakikatnya kegiatan <em>Namasmaranâm</em> pada Siwa. <em>Namasmaranâm</em> artinya selalu mengingat dan memuja nama Tuhan yang jika dihubungankan dengan Siwa Ratri adalah nama Siwa. Nama Siwa memiliki kekauatan untuk melenyapkan segala kegelapan batin. Jika kegelapan itu mendapat sinar dari Hyang Siwa, maka lahirlah kesadaran budhi yang sangat dibutuhkan setiap saat dalam hidup ini. Dengan demikian, upacara Siwa Ratri se-sungguhnya tidak harus dilakukan setiap tahun, melainkan bisa dilaksanakan setiap bulan sekali, yaitu tiap menjelang tilem atau bulan mati. Sedangkan menjelang <em>tilem kepitu</em> (tilem yang paling gelap) dilangsungkan upacara yang disebut Maha Siwa Ratri.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk dapat mencapai kesadaran, kita bisa menyucikan diri dengan melakukan <em>sanca</em>. Dalam Lontar <em>Wraspati Tattwa</em> dise-butkan, <em>Sanca ngaranya netya majapa maradina sarira.</em> Sanca itu artinya melakukan <em>japa</em> dan membersihkan tubuh. Sedang kitab Sarasamuscaya menyebutkan, <em>Dhyana ngaranya ikang Siwasmarana</em>, artinya, dhyana namanya (bila) selalu mengingat Hyang Siwa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sumber Ajaran Siwa Ratri </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Brata Siwa Ratri pada mulanya dirayakan amat terbatas, yaitu hanya oleh sejumlah pendeta di Bali dan Lombok. Pada tahun 1966, setelah hancurnya Komunisme di Indonesia, kesadaran akan kegiatan rohani kian bangkit. Tahun 1966 itulah, perayaan Siwa Ratri mulai dimasyarakatkan oleh Parisada dan pemerintah lewat Departemen Agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengapa Siwa Ratri dimasyarakatkan, tentu karena memang dianjurkan oleh kitab suci Hindu. Di India, setiap menjelang bulan mati (setiap bulan) umat Hindu menyelenggarakan Siwa Ratri dan tiap tahun merayakan Maha Siwa Ratri. Keutamaan <em>brata</em> Siwa Ratri banyak diuraikan dalam pustaka berbahasa Sanskerta, Jawa Kuno dan Bali. Ini suatu pertanda, bahwa Siwa Ratri dari sejak dahulu sudah dirayakan baik oleh umat Hindu di India, maupun di Jawa dan Bali. Kemudian baru sejak 1966, Siwa Ratri dirayakan oleh umat Hindu di seluruh Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kepustakaan Sanskerta, keutamaan <em>brata</em> Siwa Ratri diuraikan dalam kitab-kitab Purana, misalnya <em>Siwa Purana, Skanda Purana, Garuda Purana</em> dan <em>Padma Purana</em>. Dalam Siwa Purana, pada bagian <em>Jñana Samhita</em> memaparkan keutamaan <em>brata</em> Siwa Ratri dan tata-cara merayakan malam suci terbut. Di situ ada dimuat tentang dialog antara seseorang bernama Suta dan para rsi. Dalam percakapan tersebutlah, dikisahkanlah seseorang yang kejam bernama Rurudruha. Ia menjadi sadar akan dosa-dosa yang telah diperbuat setelah melakukan <em>brata</em> Siwa Ratri. Berkat kesa-darannya bangkit, ia tinggalkan semua perbuatan dosa, lalu dengan mantap berjalan di jalan dharma.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam <em>Skanda Purana</em> dituturkan percakapan seseorang bernama Lomasa dengan para rsi. Lomasa menuturkan kejahatan orang bernama Canda yang suka membunuh, dari membunuh binatang sampai brahmana. Namun setelah melakukan <em>tapa brata</em> Siwa Ratri, Canda yang jahat itu akhirnya sadar akan segala perbuatan dosanya dan baru memahami kebenaran. Canda akhirnya menjadi orang suci dan bisa bersatu dengan Tuhan. Dalam <em>Skanda Purana</em>, juga disebutkan tentang tata-cara dan asal-mulanya dilangsungkan upacara Siwa Ratri tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber Sanskerta yang lain, yaitu <em>Garuda Purana</em> memaparkan upacara Siwa Ratri lebih singkat. Di situ dituturkan tentang Sang-hyang Siwa yang mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari itrinya (saktinya) yaitu Dewi Parwati. Dewi Parwati bertanya, di antara pelaksanaan <em>brata</em>, apa yang paling utama dilaksanakan agar men-capai kesadaran tinggi tentang nilai hidup Ketuhanan. Sanghyang Siwa menjawab, <em>brata</em> yang paling utama adalah <em>brata</em> Siwa Ratri. Sanghyang Siwa juga menjelaskan tenatang tata-cara <em>brata</em> Siwa Ratri tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, dikisahkan pula seorang raja bernama Sundara Senaka yang berwatak jahat dan kasar. Raja yang disertai anjingnya selalu berburu ke hutan membunuh binatang. Selain itu, beliau juga suka menghamburkan hawa nafsu birahinya. Namun setelah melakukan <em>brata</em> Siwa Ratri, beliau sadar akan semua perbuatan dosanya. Kemudian sang raja meninggalkan kebiasaan buruknya itu, untuk kembali berpegang teguh ke jalan dharma.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan halnya dalam <em>Padma Purana</em>, <em>brata</em> Siwa Ratri termuat di bagian Uttarakanda. Di situ dikisahkan dialog Raja Dilipa dengan Rsi Wasistha. Rsi agung ini menjelaskan kepada Dilipa bahwa <em>brata</em> Siwa Ratri adalah <em>brata</em> yang sangat utama. Pelaksanaannya agar dilakukan pada bulan <em>magha</em> dan <em>palguna</em>. Dalam kitab ini dikisahkan seorang pemburu bernama Nisada yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama Lubdhaka (dalam bahasa Sanskerta, <em>lubdhaka</em> artinya pemburu). Suatu hari, ketika Nisada berburu ke dalam hutan, ia kemalaman. Untuk menyelamatkan diri dari ancaman binatang buas, ia berlindung di atas pohon yang kebetulan pohon <em>bila</em>. Di bawah pohon itu, ada sebuah telaga. Agar tidak ngantuk dan tertidur (jika tertidur tentu akan jatuh), Nisada memetik-metik daun pohon dan dijatuhkannya pada telaga. Kebetulan di telaga itu ada sebuah lingga Siwa yang terbuat dari kristal. Lingga itulah yang kena daun pohon. Lagi pula, malam itu adalah Purwani Tilem Kepitu atau sehari sebelum tilem ketujuh (tilem yang paling gelap di antara 12 tilem).</p>
<p style="text-align:justify;">Sentuhan daun <em>bila</em> oleh Nisada dipandang sebagai persem-bahan oleh Sanghyang Siwa. Nisada dipandang telah sadar akan dosa-dosa yang pernah dibuatnya. Karena itu, Sanghyang Siwa menerima Nisada di Siwaloka, setelah badan jasmani pemburu itu meninggal. Para peneliti menyimpulkan, <em>Padma Purana</em> inilah yang menjadi sumber karya sastra yang memuat tentang Siwa Ratri yang tersebar di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Brata</em> Siwa Ratri dilaksanakan dengan tiga tingkatan ber-dasarkan <em>nista, madya, utama</em>. Bentuk pelaksanaan pada tingkat <em>nista</em> dilaksanakan dengan <em>jagra. Jagra</em> artinya sadar. Kesadaran itu dalam pelaksanaan Brata Siwa Ratri disimpulkan dengan melaksanakan melek semalam suntuk, sambil memusatkan segala aktivitas diri pada Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Sanghyang Siwa. Ada yang melaksanakan <em>jagra</em> semalam suntuk dengan membahas sastra-sastra agama, seperti kakawin dalam berbagai judul. Ada pula yang melaksanakan <em>sauca</em> dan <em>dhyana.</em> Dalam kitab <em>Wrhaspati Tattwa</em> disebutkan, <em>&#8220;Nitya majapa maradina sarira,&#8221;</em> artinya <em>sauca</em> adalah melakukan <em>japa</em> dan selalu membersihkan badan. Sedangkan <em>dhyana</em> dalam kitab <em>Sara-samuscaya</em> disebutkan, <em>Nitya Siwa Smaranam,</em> artinya selalu mengingat dan memuja Sanghyang Siwa.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Brata</em> Siwa Ratri dengan <em>jagra</em> tidaklah tepat kalau hanya begadang semalam suntuk tanpa arah menuju kesucian Tuhan. <em>Jagra</em> dalam pengertian yang sebenarnya adalah orang yang memiliki kesadaran budhi. Melek semalam suntuk hanyalah prilaku yang bermakna simbolis untuk memacu, tumbuhnya kesadaran budhi yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bentuk pelaksanaan Siwa Ratri pada tingkat <em>madya</em> adalah dengan <em>jagra</em> dan <em>upawasa.</em> Upawasa dalam kitab <em>Agni Purana</em> berarti &#8220;kembali suci.&#8221; Yang dimaksud kembali suci ini adalah dilatihnya indria melepaskan kenikmatan makanan. Lezatnya makanan adalah sebatas lidah. Kalau sudah lidah dilewati makanan itu tidak akan terasa lezat. Lidah harus dilatih untuk tidak terikat pada kelezatan makanan. Latihan <em>upawasa</em> ini melahirkan sikap yang tidak tergantung pada makanan yang enak. Tubuh mem-butuhkan makanan yang sehat dan bergizi bukan yang enak.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Upawasa</em> dilaksanakan dengan tidak boleh makan dan minum dari pagi hari saat matahari terbit pada panglong 14 sampai besoknya pada Tilem sasih Kepitu saat matahari terbenam. <em>Upawaca</em> Siwa Ratri dilaksanakan selama 36 jam penuh. <em>Upawasa</em> ini dapat dilakukan sampai bepergian ke luar rumah misalnya sambil titra yatra. Ini bedanya dengan <em>upawasa</em> Nyepi yang hanya dilakukan di tempat, tidak boleh bepergian.</p>
<p style="text-align:justify;">Pelaksanaan brata Siwa Ratri yang paling utama bersumber dalam sebuah kekawin berbahasa Jawa Kuna yang bernama <em>Siwa Rarti Kalpa</em> buah cipta dari Mpu Tanakung.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Worsley, salah seorang peneliti sastra Jawa Kuna, bagian-bagian tertentu dari kekawin <em>Siwa Ratri Kalpa</em> merupakan terjemahan dari kitab <em>Padma Purana Sansekertia. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Kakawin S<em>iwa Ratri Kalpa</em> ini di Bali terkenal dengan kakawin <em>Lubdhaka.</em> Kakawin itu merupakan terjemahan dari bagian Utarakanda dari <em>Padma Purana. </em>Dalam <em>Padma Purana</em> nama si pemburu adalah Nisada sedangkan dalam kekawin <em>Siwa Ratri Kalpa</em> si pemburu bernama Lubdhaka. Nama Nisada tidak dijumpai dalam kekawin <em>Siwa Ratri Kalpa. </em></p>
<p style="text-align:justify;">Lubdhaka dalam <em>Padma Purana </em>bukanlah nama, tetapi artinya pemburu. Kalau boleh disimpulkan kekawin <em>Siwa Ratri Kalpa</em> adalah terjemahan bebas dari <em>Padma Purana</em> kedalam sastra Jawa Kuna.</p>
<p style="text-align:justify;">Kesimpulan ini menggambarkan bahwa para ilmuan, sastrawan dan rokhaniawan Hindu di masa lampau telah demikian mahir berbahasa Sansekerta. Tanpa pengetahuan dan penguasaan bahasa Sansekerta yang kuat tidak mungkin Mpu Tanakung mampu menyusun kekawin <em>Siwa Ratri Kalpa</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Tentang Mpu Tanakung, Prof. DR. Purbacaraka pernah menduga bahwa Mpu Tanakung adalah seorang pegawai yang hidup pada zaman Ken Arok memerintah di Jawa Timur. Purba-caraka juga berpendapat bahwa Mpu Tanakung mengarang kekawin <em>Siwa Ratri Kalpa</em> adalah untuk mengambil hati raja Ken Arok orang yang pernah sebagai perampok dan merebut istri rajanya sendiri yaitu Tunggul Ametung.</p>
<p style="text-align:justify;">Prof. Zoetmulder dan Prof. A. Teuw, keduanya peneliti sastra Jawa Kuna yang tersohor, mendapatkan kesimpulan yang amat berbeda dengan pendapat Prof. DR. Purbacaraka. Mpu Tanakung bukanlah seorang sastrawan yang hidup pada zaman Ken Arok. Mpu Tanakung adalah seorang Rakai yang hidup pada zaman Majapahit akhir, yaitu antara tahun 1466-1478 M. Itu berarti sekitar dua setengah abad setelah pemerintahan Raja Ken Arok. Ke-simpulan ini ditarik berdasarkan hasil penelitian &#8220;Waringin Pitu&#8221; yang berangka tahun 1447 M dan prasasti <em>Pamintihan</em> berangka tahun 1473 M.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua prasasti itu dikeluarkan oleh Raja Singawikrama yang mempunyai nama kecil Suraprabhawa. Nama Suraprabhawa inilah yang tercantum dalam menggala kekawin <em>Siwa Ratri</em>. Tujuan Mpu sebagai seorang yang suci atau pendeta mengarang kekawin <em>Siwa Ratri Kalpa </em>adalah untuk menyebar luaskan ajaran brata Siwa Ratri sebagai ajaran Hindu yang amat utama. Tidaklah mungkin seorang Mpu yang suci menjilat sekali pun kepada rajanya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam tradisi Hindu orang suci seperti Mpu mendapat kedudukan yang sejajar dengan seorang raja dalam fungsi yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu Empu Tanakung dapat diyakini seorang, tokoh agama yang menyebarkan ajaran suci agama Hindu termasuk ajaran Siwa Ratri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dapat dipastikan pula Empu Tanakung adalah seorang sastrawan spiritual yang ahli bahasa Sansekerta dan ahli bahasa Jawa Kuna. Kemahiran beliau dalam dua bahasa inilah yang menyebabkan beliau dapat dengan mudah mendalami <em>tatwa-adyatmika</em> yang terdapat dalam sastra-sastra Hindu seperti ajaran Siwa Ratri dalam <em>Padma Purana</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Bali ajaran Siwa Ratri disebarkan dalam berbagai bentuk. Di Bali terdapat lontar yang menguraikan keutamaan brata Siwa Ratri seperti <em>Geguritan Lubdhaka </em>dan<em> Lontar Lubdhaka Caritra</em>. Kedua lontar itu terdapat dalam koleksi lontar Fak. Sastra Unud Denpasar. Di Gedung Kertya terdapat lontar <em>Aji Brata </em>yang juga menguraikan keutamaan brata Siwa Ratri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pelaksanaan Brata Siwa Ratri. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tata pelaksanaan brata Siwa Rarti telah diseminarkan oleh PHDI Pusat bersama dengan IHD Denpasar tahun 1984. Hasil seminar tersebut telah ditetapkan oleh PHDI Pusat menjadi Pedoman Pelaksanaan Brata Siwa Ratri.</p>
<p style="text-align:justify;">Brata Siwa Ratri dilaksanakan pada hari &#8220;Catur Dasi Krsna Paksa&#8221; bulan Magha yaitu panglong ping empat belas sasihkapitu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan brata Siwa Ratri untuk menemukan &#8220;kesadaran diri&#8221; <em>(atutur ikang atma rijatinia).</em> Brata tersebut dilaksanakan dengan <em>upawasa, monabrata</em> dan <em>jagra. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Mona</em> artinya berdiam diri tidak bicara. <em>Mona </em>artinya bertujuan melatih diri dalam hal berbicara agar biasa bicara dengan penuh pengendalian sehingga tidak keluar ucapan-ucapan yang tidak patut diucapkan. <em>Mona</em> berarti melatih pembicaraan pada diri sendiri dengan merenungkan kesucian.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehabis sembahyang atau meditasi dan <em>japa</em> biasakan me-lakukan <em>mona</em> atau agak membatasi berbicara. Hal ini akan bermaanfaat untuk memberikan kesempatan pada berkembangnya &#8220;positif energi&#8221; untuk menggeser &#8220;parasit energi.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Positif energi dalam diri akan dapat memberikan kita kesehatan, ketenangan dan kesucian. Kalau tiga hal ini dapat kita miliki dalam hidup maka hidup yang bahagia lahir bathin akan semakin kita rasakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah tiga tingkatan pelaksanaan brata Siwa Ratri berdasarkan <em>nista madya utama</em>. Dari segi makna amat tergantung kesungguhan sikap kita melaksanakan brata tersebut. Meskipun kita mengambil yang <em>nista</em> namun sikap yang melandasi ber-sungguh-sungguh, maka yang <em>nista </em>itu pun akan menghasilkan yang utama.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">(<em>Sumber: Buku &#8220;Yadnya dan Bhakti&#8221; oleh Ketut Wiana, terbitan Pustaka Manikgeni</em>)</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/hindu/'>hindu</a> Tagged: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/ciwa/'>ciwa</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/ciwaratri/'>ciwaratri</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/ratri/'>ratri</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/siwa/'>siwa</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/siwaratri/'>siwaratri</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vantheyologi.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vantheyologi.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vantheyologi.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vantheyologi.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vantheyologi.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vantheyologi.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vantheyologi.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vantheyologi.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vantheyologi.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vantheyologi.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vantheyologi.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vantheyologi.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vantheyologi.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vantheyologi.wordpress.com/452/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=452&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vantheyologi.wordpress.com/2012/01/02/malam-ciwaratri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">VANtheyologist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2012/01/siwaratri.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">siwaratri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menelisik Lebih Dalam Pembelajaran Kontekstual (CTL)</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/11/07/menelisik-lebih-dalam-pembelajaran-kontekstual-ctl/</link>
		<comments>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/11/07/menelisik-lebih-dalam-pembelajaran-kontekstual-ctl/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 03:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VANtheyologist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[CTL]]></category>
		<category><![CDATA[kontekstual]]></category>
		<category><![CDATA[learning]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<category><![CDATA[teaching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vantheyologi.wordpress.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Kata kontekstual berasal dari kata Context yang berarti “hubungan, konteks, suasana dan keadaan konteks”. Sehingga pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat diartikan sebagai suatu pembelajaran yang berhubungan dengan suasana tertentu. Secara umum contextual mengandung arti : yang berkenenan, relevan, ada hubungan atau kaitan langsung, mengikuti konteks, yang membawa maksud, makna dan kepentingan.[1] [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=443&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kata kontekstual</strong> berasal dari kata <em>Context</em> yang berarti “hubungan, konteks, suasana dan keadaan konteks”. Sehingga <em><strong>pembelajaran kontekstual atau Contextual Teaching and Learning</strong></em> (CTL) dapat diartikan sebagai <em>suatu pembelajaran yang berhubungan dengan suasana tertentu</em>. Secara umum contextual mengandung arti : yang berkenenan, relevan, ada hubungan atau kaitan langsung, mengikuti konteks, yang membawa maksud, makna dan kepentingan.[1]</p>
</blockquote>
<p><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/11/greenschoolbaliplace.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-446" title="greenschoolbaliplace" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/11/greenschoolbaliplace.jpg" alt="" width="300" height="178" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat dalam jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan masalah dalam kehidupan jangka panjang. Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran kontekstual (<strong><em>Contextual Teaching and Learning</em></strong>) disingkat menjadi CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.</p>
<div><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/11/33334818.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-445" title="33334818" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/11/33334818.png?w=254&#038;h=190" alt="" width="254" height="190" /></a><span id="more-443"></span></div>
<div>
<h2>Manfaat Pembelajaran Kontekstual</h2>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pembelajaran kontekstual</strong> (<em>Contextual Teaching and Learning</em>) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari – hari.[2]</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;"><em>Contextual Teaching and Learning </em> yang umumnya disebut dengan pembelajaran kontekstual merupakan suatu proses pembelajaran holistik yang bertujuan untuk membelajarkan peserta didik dalam memahami bahan ajar secara bermakna (<em>Meaningfull</em>) yang dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata, baik berkaitan dengan lingkungan pribadi, agama, sosial, ekonomi maupun kultural. Sehingga peserta didik memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dapat diaplikasikan dan ditransfer dari satu konteks permasalahan yang satu ke permasalahan lainnya. <a name="_ftnref3_3150" href="http://kafeilmu.com/2011/02/lebih-jauh-tentang-pembelajaran-kontekstual.html#_ftn3_3150" rel="nofollow" target="_blank"></a>[3]</p>
<h3 style="text-align:justify;">Konsep Strategi Pembelajaran Kontekstual</h3>
<p style="text-align:justify;"><strong>Konsep dasar strategi <em>Contextual Teaching and Learning</em></strong> adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menentukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/11/pemb.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-447" title="PEMB" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/11/pemb.jpeg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dari konsep tersebut ada tiga hal yang harus kita pahami.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;">Pertama</span>, Pembelajaran Kontekstual atau CTL </em>menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam konteks pembelajaran kontekstual atau CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran, akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;">Kedua</span>, </em>Pembelajaran Kontekstual (CTL) mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan dapat mengorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, bukan saja bagi siswa materi itu akan bermakna secara fungsional, akan tetapi materi yang dipelajarinya akan tertanam erat dalam memori siswa, sehingga tidak akan mudah dilupakan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="text-decoration:underline;">Ketiga</span>,</em> Pembelajaran Kontekstual (CTL) mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, akan tetapi bagaiman materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari – hari. Materi pelajaran dalam konteks CTL bukan untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan, akan tetapi sebagai bekal mereka dalam mengarungi kehidupan nyata. [4]</p>
<p style="text-align:justify;">[1] M. Mursid dan Saekhan. <em>CTL dalam PAI. </em>(http://samrit-amq.blogspot.com. Diakses 18 Desember 2008)</p>
<p style="text-align:justify;">[2] Syaiful Sagala, <em>Konsep dan Makna Pembelajaran</em>, (Bandung:Alfabeta, 2005), hal. 88</p>
<p style="text-align:justify;">[3] Nanang Hanafiah, &amp; Cucu Suhana, <em>Konsep Strategi Pembelajaran</em>, (Bandung:Refika Aditama, 2009), hal. 67</p>
<p style="text-align:justify;">[4] Udin Saefudin Sa’ud, <em>Inovasi Pendidikan</em>, (Bandung:Alfabeta, 2008), hal. 162-163</p>
<div><span style="color:#0000ff;">Sumber : kafeilmu.com</span></div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a> Tagged: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/ctl/'>CTL</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/kontekstual/'>kontekstual</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/learning/'>learning</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/pembelajaran/'>pembelajaran</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/pendidikan/'>Pendidikan</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/strategi/'>strategi</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/teaching/'>teaching</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vantheyologi.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vantheyologi.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vantheyologi.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vantheyologi.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vantheyologi.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vantheyologi.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vantheyologi.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vantheyologi.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vantheyologi.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vantheyologi.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vantheyologi.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vantheyologi.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vantheyologi.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vantheyologi.wordpress.com/443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=443&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/11/07/menelisik-lebih-dalam-pembelajaran-kontekstual-ctl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">VANtheyologist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/11/greenschoolbaliplace.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">greenschoolbaliplace</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/11/33334818.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">33334818</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/11/pemb.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">PEMB</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menambah Traffic Blog dengan gampang.</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/09/24/menambah-traffic-blog-dengan-gampang/</link>
		<comments>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/09/24/menambah-traffic-blog-dengan-gampang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 09:39:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VANtheyologist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[traffic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vantheyologi.wordpress.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa Cara Mudah Meningkatkan Traffic Blog secara gratis salah satunya jadilah member di Fweb Traffic, menurut saya sih bagus , paling tidak ini dilihat dari sistem yang diterapkannya karena setiap member baru terpaksa harus berkunjung ke blog para member lama untuk mengambil kode yang diberikan. Sehingga designernya berani mempromosikan cara ini dengan 1 Milion [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=420&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></h2>
<p><a href="http://www.fwebtraffic.com/?rid=1343827"><img class="aligncenter size-medium wp-image-425" title="trafic 0" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/trafic-0.jpg?w=300&#038;h=73" alt="" width="300" height="73" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa<strong> Cara Mudah Meningkatkan Traffic Blog</strong> secara gratis salah satunya jadilah member di Fweb Traffic, menurut saya sih bagus , paling tidak ini dilihat dari sistem yang diterapkannya karena setiap member baru terpaksa harus berkunjung ke blog para member lama untuk mengambil kode yang diberikan. Sehingga designernya berani mempromosikan cara ini dengan 1 Milion Visitors Free and Real seperti tampak pada banner dibawah ini :</p>
<p><a href="http://www.fwebtraffic.com/?rid=1343827"><img class="aligncenter size-medium wp-image-426" title="fwebtraffic468x60-1" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/fwebtraffic468x60-1.jpg?w=300&#038;h=38" alt="" width="300" height="38" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Saya angkat 2 jempol untuk perancangnya.. Terbukti cara ini sekarang sedang banyak digandrungi.. dan tak ada salahnya untuk dicoba.. mumpung gratis, kalau dilihat peminatnya yang begitu banyak siapa tahu adminnya berubah pikiran jadi berbayar. .. Yoo .. kita sama-sama mencobanya :</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah <strong>Cara Mudah Meningkatkan Traffic Blog</strong> , langkahnya :</p>
<p>1. Silahkan click situsnya <a href="http://www.fwebtraffic.com/?rid=1343827">Get 1 Million Hits Visitors, FREE!</a><br />
2. Scroll terus kebawah sampai pada format Sign Up Now For Free , seperti ini :</p>
<p><a href="http://www.fwebtraffic.com/?rid=1343827"><img class="aligncenter size-full wp-image-427" title="Traffic2" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/traffic2.jpg" alt="" width="300" height="162" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">3.  Klik link yang ada disana secara berurutan dari 1 s/d 6 untuk mendapatkan code ads nya , kemudian tunggu sebentar sampai kodenya muncul.<br />
4. Jika kodenya sudah muncul, misalnya AD CODE #1: 61484 , nah kode yg 61484 di copy dan simpan di format berikutnya seperti form dibawah ini, awas harus sesuai jika kode untuk no.1 maka simpan juga di kotak code for ad 1, begitu seterusnya .</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.fwebtraffic.com/?rid=1343827"><img class="aligncenter size-medium wp-image-428" title="Traffic 3" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/traffic-3.png?w=300&#038;h=205" alt="" width="300" height="205" /></a><br />
5. Sebelum diteruskan mumpung masih berada diblog pemberi kode tersebut. ada baiknya kita berkomentar disana sebagai info bahwa kita sudah ikutan sistem ini.<br />
6. Setelah semua kode dimasukan , baru mengisi data yang diminta, seperti Nama, Email, Text untuk Iklan, Website Url dan password. Setelah itu baru klik <a href="http://www.fwebtraffic.com/?rid=1343827">SUBMIT ..</a><br />
7. Buka email untuk verifikasi dan klik link yang diberikan.<br />
8. Nanti akan ada kata2 Congratulations! kemudian klik here pada You can login to your new members area here.<br />
9. Buka Email lagi untuk mengambil user id , password dan link url yang bisa digunakan untuk promosi dan login ke member area ( simpan user id dan passwordnya , karena nanti mungkin kita gunakan lagi)<br />
10. Login ke member area lihat linknya sudah ada disana .. disini juga bisa merubah teks iklan , melihat down line serta mengambil kode marketing tools seperti code banner dan text link<br />
11. Selanjutnya terserah anda… tinggal promosi saja , seperti pasang banner atau text link , karena semakin banyak yang daftar melalui link kita tentu semakin banyak pula visitornya kan gitu …<br />
12. Akan lebih baik lagi jika anda juga membuat postingan tentang ini atau copas postingan ini tinggal ganti linknya saja&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">sekian.</p>
<br />Filed under: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/teknologi/'>Teknologi</a> Tagged: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/blog/'>blog</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/tips/'>tips</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/traffic/'>traffic</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vantheyologi.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vantheyologi.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vantheyologi.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vantheyologi.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vantheyologi.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vantheyologi.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vantheyologi.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vantheyologi.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vantheyologi.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vantheyologi.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vantheyologi.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vantheyologi.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vantheyologi.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vantheyologi.wordpress.com/420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=420&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/09/24/menambah-traffic-blog-dengan-gampang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">VANtheyologist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/trafic-0.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">trafic 0</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/fwebtraffic468x60-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fwebtraffic468x60-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/traffic2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Traffic2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/traffic-3.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Traffic 3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Inklusi, bukan eksklusive..</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/08/25/pendidikan-inklusi-bukan-eksklusive/</link>
		<comments>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/08/25/pendidikan-inklusi-bukan-eksklusive/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 16:23:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VANtheyologist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[inklusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vantheyologi.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan untuk semua (education for all) adalah semangat yang didengungkan dalam pembangunan pendidikan dewasa ini. Pendidikan untuk setiap warga negara Indonesia tanpa membedakan rasa keadilan dan tanpa diskriminasi baik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) maupun anak normal (non ABK). Semua memperoleh perlakuan sama, tanpa ekslusivisme sepihak.   Sungguh beruntungnya manusia jika dilahirkan normal mempunyai indera [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=416&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0 0 .0001pt;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="margin:0 0 .0001pt;"><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/eoa_logo.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-438" title="eoa_logo" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/eoa_logo.jpg?w=300&#038;h=160" alt="" width="300" height="160" /></a></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;">Pendidikan untuk semua (<em>education for all</em>) adalah semangat yang didengungkan dalam pembangunan pendidikan dewasa ini. Pendidikan untuk setiap warga negara Indonesia tanpa membedakan rasa keadilan dan tanpa diskriminasi baik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) maupun anak normal (non ABK). Semua memperoleh perlakuan sama, tanpa ekslusivisme sepihak.</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Sungguh beruntungnya manusia jika dilahirkan normal mempunyai indera pendengar, pelihat ataupun perasa. Mereka mudah memperoleh pendidikan tanpa dikucilkan karena berbeda dengan siswa normal lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Namun bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), langkah untuk mendapat pendidikan itu bagai mencari jarum di tumpukan jerami. Pasalnya belum banyak sekolah inklusif bagi mereka yang mutu dan sarana pendidikannya memadai.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/peristiwa-un-siswa-inklusi-01.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-435" title="peristiwa-un-siswa-inklusi-01" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/peristiwa-un-siswa-inklusi-01.jpg?w=273&#038;h=182" alt="" width="273" height="182" /></a></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;"> <a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/peristiwa-un-siswa-inklusi-01.jpg"><br />
</a></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;">Pada awalnya, ABK hanya mencakup </span></strong><em>impairment</em>, <em>handicap</em>, dan <em>disability</em><em><span style="font-style:normal;"> sehingga </span></em><strong><span style="font-weight:normal;">pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus diselenggarakan di Sekolah Luar Biasa, dan untuk anak normal pada sekolah-sekolah regular. Namun dewasa ini katagori ABK telah berkembang dalam pengertian yang lebih luas, yaitu a</span></strong>nak yang mempunyai keterbatasan (<em>impairment</em>) penglihatan (tunanetra), tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, autism (<em>autistic children</em>), hiperaktif (<em>attention deficit disorder with hyperactive</em>), anak dengan kesulitan belajar (<em>learning disability atau spesific learning disability</em>), dan anak dengan kelainan perkembangan ganda (<em>multihandicapped and developmentally disabled children</em>). Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009, anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, obat terlarang dan zat adiktif lainnya juga dikategorikan sebagai anak berkebutuhan khusus. Anak-anak yang memiliki bakat dan/atau kecerdasan luar biasa juga dikategorikan sebagai anak-anak berkebutuhan khusus.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><span style="font-weight:normal;">Dalam proses pendidikan yang terjadi, para penggiat pendidikan merasakan bahwa masih terjadi perbedaan antara pendidikan yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak normal. Oleh karenanya maka berkembanglah model inklusi sebagai solusi untuk memecahkan perbedaan-perbedaan yang dirasakan.<span id="more-416"></span></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/35933.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-436" title="35933" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/35933.jpg?w=257&#038;h=170" alt="" width="257" height="170" /></a></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong>Istilah inklusif memiliki ukuran universal</strong>. Istilah inklusif dapat dikaitkan dengan persamaan, keadilan, dan hak individual dalam pembagian sumber-sumber seperti politik, pendidikan, sosial, dan ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Menurut <em>Gavin Reid</em> (2005: h.88), masing-masing dari aspek-aspek tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan satu sama lain. Reid ingin menyatakan bahwa istilah inklusif berkaitan dengan banyak aspek hidup manusia yang didasarkan atas prinsip persamaan, keadilan, dan hak individu. Model pendidikan yang tidak membeda-bedakan individu berdasarkan kemampuan dan atau kelainan yang dimiliki individu.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><em>Daniel P. Hallahan (2009:h.53)</em>, mengemukakan pengertian pendidikan inklusif sebagai pendidikan yang menempatkan semua peserta didik berkebutuhan khusus dalam sekolah reguler sepanjang hari.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Sementara itu, <em>Sapon-Shevin</em> (O’Neil, 1995) menyatakan bahwa pendidikan inklusi sebagai sistem layanan pendidikan yang mempersyaratkan agar semua anak berkelainan dilayani di sekolah-sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya. Oleh karena itu, ditekankan adanya perombakan sekolah, sehingga menjadi komunitas yang mendukung pemenuhan kebutuhan khusus setiap anak, sehingga sumber belajar menjadi memadai dan mendapat dukungan dari semua pihak, yaitu para siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitarnya.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 70 Tahun 2009 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/class132.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-437" title="CLASS132" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/class132.jpg?w=300&#038;h=184" alt="" width="300" height="184" /></a></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Pendiddikan inklusi menjadi trend model saat ini, dan sangat dibutuhkan bagi pendidikan ABK dalam situasi dimana masalah ABK termarjinalisasikan. Menurut data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tahun 2011, terdapat 356.192 ABK dan hanya 85.645 ABK yang mendapat layanan pendidikan di sekolah luar biasa (SLB), sekolah dasar luar biasa (SDLB), dan sekolah terpadu (KOMPAS.com). Jumlah ini bagaikan melihat puncak gunung es, masih banyak ABK lainnya yang tidak dapat menempuh pendidikan dasar sembilan tahun.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Pendidikan inklusif masih menggunakan kurikulum standar nasional yang telah ditetapkan pemerintah. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, kurikulum pada pendidikan inklusif disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Pemerintah menyatakan bahwa kurikulum yang dipakai satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang mengakomodasi kebutuhan dan kemampuan peserta didik sesuai dengan bakat, minat dan potensinya. Model kurikulum pendidikan inklusif terdiri dari: <strong>(1)</strong>. Model kurikulum regular, <strong>(2)</strong>. Model kurikulum reguler dengan modifikasi,<strong> (3).</strong> Model kurikulum Program Pembelajaran Individual (PPI).</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Gema pendidikan inklusi di Republik ini bukan hanya dari dalam negeri, namun dunia internasionalpun turut serta memberikan rangsangan, perhatian dan dukungan bagi terselenggaranya pendidikan inklusi. Salah satunya adalah HKI. <em>Country Director</em> Helen Keller Indonesia (HKI) Silvana Failace menjelaskan, HKI adalah organisasi internasional yang mempunyai misi untuk meningkatkan akses pendidikan inklusi, dan bekerja sejak 2003.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Terlepas dari hasil yang nantinya akan diperoleh, adalah patut diancungi jempol gebrakan-gebrakan yang dilakukan dalam memajukan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Namun dalam konsep <em>Education For All</em>, adalah akan lebih bijaksana jika upaya-upaya yang seimbang dalam memajukan pendidikan juga diberikan bagi anak-anak normal yang masih belum mengenyam pendidikan atau gagal melanjutkan pendidikan. Dalam pengertian bahwa kita tidak bisa menutup mata bahwa lebih banyak jumlahnya anak-anak normal yang tidak dapat menyelesaikan pendidikannya. Seyogyanya harus sama-sama diperhatikan baik pendidikan anak berkebutuhan khusus maupun juga anak-anak normal. Tanpa harus mengeksklusifkan salah satu terhadap yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><em>Human Development Raport</em> (HDR) dari Unitet Nation Development Programme (UNDP) menutup angka <em>Human Development Index</em> (HDI) Indonesia tahun 2010 di posisi 108/0.600 dari 169 negara yang disurvei. Angka ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia Indonesiamasih terlalu memperihatinkan jika tidak mau dikatakan terbelakang.  Penurunan peringkat Indonesiadalam indeks pembangunan pendidikan untuk semua (Education for All) tahun 2011, salah satunya disebabkan tingginya angka putus sekolah di jenjang sekolah dasar. Sebanyak <span style="text-decoration:underline;">527.850</span> anak atau 1,7 persen dari <span style="text-decoration:underline;">31,05 juta </span>anak SD putus sekolah setiap tahunnya (<strong><span style="font-weight:normal;">KOMPAS.com</span>)</strong>. Jumlah anak Indonesia usia sekolah pada tahun 2010 yang terancam putus sekolah mencapai 13 juta yang terdiri dari usia tujuh sampai 15 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNESCO) merilis indeks pembangunan pendidikan (<em>education development index</em>) dalam EFA Global Monitoring Report 2011. Peringkat Indonesia turun pada posisi ke-69 dari 127 negara (<strong><span style="font-weight:normal;">KOMPAS.com</span>)</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Adabeberapa alasan yang menyebabkan delapan puluh persen dari jumlah anak putus sekolah, yaitu : pertama, karena kesulitan ekonomi baik yang tidak punya dana untuk beli pakaian seragam, buku, transport atau kesulitan ekonomi yang mengharuskan mereka harus bekerja sehingga tidak mungkin bersekolah.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Kedua,di daerah pedalaman banyak sekolah yang jarak sekolah dengan rumah jauh. Itu lantaran Indonesia merupakan negara kepulauan, bergunung-gunung dan populasinya tersebar di sehingga pemerintah mengakui belum bisa menjamin pendidikan layaknya seperti di perkotaan di mana tiga kilometer pasti sudah ada fasilitas pendidikan. Ketiga ialah anak usia sekolah ini sudah diwajibkan kawin muda sehingga keterbatasan waktu untuk bersekolah makin tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">Semestinya dunia pendidikan terbebas dari segala kepentingan-kepentingan, kecuali kepentingan untuk pemenuhan hak dasar manusia dalam memperoleh pendidikan yang layak, baik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dan juga anak-anak normal mendapat perlakuan yang sama dan adil. Pendidikan terhindar dari ketidakadilan akibat kecendrungan meng-eksklusifkan anak yang satu terhadap yang lain atau sistem yang satu dengan sistem yang lain tanpa alasan apapun dan kepentingan apapun dibalik itu.</p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;">***</p>
<br />Filed under: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a> Tagged: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/inklusi/'>inklusi</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/pendidikan/'>Pendidikan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vantheyologi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vantheyologi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vantheyologi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vantheyologi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vantheyologi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vantheyologi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vantheyologi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vantheyologi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vantheyologi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vantheyologi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vantheyologi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vantheyologi.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vantheyologi.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vantheyologi.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=416&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/08/25/pendidikan-inklusi-bukan-eksklusive/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">VANtheyologist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/eoa_logo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">eoa_logo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/peristiwa-un-siswa-inklusi-01.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">peristiwa-un-siswa-inklusi-01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/35933.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">35933</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/09/class132.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">CLASS132</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Hindu Bali</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/08/22/pendidikan-karakter-dalam-perspektif-hindu/</link>
		<comments>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/08/22/pendidikan-karakter-dalam-perspektif-hindu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 00:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VANtheyologist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vantheyologi.wordpress.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Bagi kita “Manusa Bali”, Pendidikan kharakter bukan hal yang baru. (Oleh : Pande Udayana) (http://image.guim.co.uk/) http://3.bp.blogspot.com Pendidikan kharakter dewasa ini merupakan aspek penting yang menjiwai Pendidikan Nasional kita. Tujuan pendidikan bukan hanya membentuk intelektual super saja namun juga membentuk akhlak dan moral yang baik. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=405&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 align="center"><strong>Bagi kita “Manusa Bali”, Pendidikan kharakter bukan hal yang baru.</strong></h4>
<p style="text-align:center;"><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/goldlogo.jpg"><strong>(Oleh : Pande Udayana)</strong><br />
</a></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/pangpiowkan-4534.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-407" title="PangPiowKan-4534" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/pangpiowkan-4534.jpg?w=300&#038;h=185" alt="" width="300" height="185" /></a></span></p>
<pre>                        (http://image.guim.co.uk/)

<a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/orang-bali.jpg"><img class="size-medium wp-image-411 aligncenter" title="orang bali" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/orang-bali.jpg?w=260&#038;h=252" alt="" width="260" height="252" /></a>                         http://3.bp.blogspot.com</pre>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan kharakter dewasa ini merupakan aspek penting yang menjiwai Pendidikan Nasional kita. Tujuan pendidikan bukan hanya membentuk intelektual super saja namun juga membentuk akhlak dan moral yang baik. Menurut T. Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Dalam prakteknya merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah masyarakat Bali sudah memulai pendidikan kharakter itu? Tentu saja iya! Masyarakat yang ajeg Bali. Dari jaman leluhur kita sampai sekarangpun proses itu tetap berjalan. Tolak ukurnya adalah pengamalan Konsep Tri Hita Karana. Konsep yang bersumber dari ajaran Agama Hindu ini telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Bali. Semenjak anak-anak sampai menjelang ajalpun orang bali melaksanakan konsep tersebut.</p>
<pre style="text-align:center;"><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/goldlogo.jpg"><img class="aligncenter" title="goldlogo" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/goldlogo.jpg?w=134&#038;h=115" alt="" width="134" height="115" /></a>(www.balitrihitakarana.com)</pre>
<p style="text-align:justify;">Kata Tri Hita Karana berasal dari bahasa Sanskerta dimana kata Tri artinya tiga, Hita artinya sejahtera atau bahagia sedangkan Karana artinya sebab atau penyebab. Jadi Tri Hita  Karana artinya tiga hubungan yang sangat harmonis yang mengakibatkan umat manusia mencapai kebahagiaan/kesejahtraan. Penerapannya terdiri dari: hubungan antara manusia dengan Tuhannya yang diwujudkan dengan Dewa yadnya, hubungan manusia dengan alam lingkungannya yang diwujudkan dengan Bhuta yadnya dan hubungan antara manusia dengan sesamanya diwujudkan dengan Pitra, Resi, Manusia Yadnya. Di Bali konsep Tri Hita Karana ini tercermin dalam tata kehidupan masyarakat Hindu yang meliputi tiga unit yaitu : <em><strong>Parahyangan</strong></em>, yaitu berupa unit tempat suci ( Pura ) tertentu yang mencerminkan tentang konsep Ketuhanan, <em><strong>Pawongan</strong></em>, yaitu berupa unit tempat organisasi masyarakat sebagai perwujudan hubungan unsur antara sesama manusia, <em><strong>Palemahan</strong></em><strong>,</strong> yaitu berupa unit wilayah tertentu sebagai perwujudan unsur manusia dengan alam lingkungan.</p>
<pre style="text-align:center;"><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/1028041.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-412" title="1028041" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/1028041.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>http://3.bp.blogspot.com</pre>
<p style="text-align:justify;">Salah satu contoh sederhana dalam sebuah keluarga Hindu di Bali, orang tua kita selalu menghaturkan yadnya sesa setelah selesai masak. Hal ini mengandung makna hubungan antara manusia dengan Tuhan. Bahwa sebelum kita mulai menikmati makanan, terlebih dahulu kita haturkan rasa syukur lewat yadnya sesa. Contoh lain, di Bali kita juga mengenal hari untuk memuliakan tanaman, hewan bahkan peralatan kerja yang dipakai setiap hari. Banjar sebagai wadah dalam mengikat budaya dan adat orang Bali juga membawa pengaruh besar bagi karakter orang Bali. Tanpa disadari, kita telah menanamkan konsep-konsep tersebut kepada anak-anak kita, yang dengan sifat keingintahuannya menyebabkan terjadinya “<em>Transfer of Characther” </em>melalui pengamatan dan pengalaman hidup (<em>life skill</em>). Dari beberapa sumber online, disebutkan kelebihan karakter dan prilaku orang Bali dibandingkan orang di daerah lain adalah sebagai berikut: berpedoman pada ajaran Tri Hita Karana, memegang teguh tradisi dan ritual keagamaan, menganggap penting aktivitas di pura dan banjar, percaya pada hukum karma, peduli kelestarian lingkungan, menjunjung tinggi kejujuran, membenci sikap serakah dalam mencari keuntungan, menjaga tradisi gotong royong dan harmoni kekeluargan, terbuka dan toleran terhadap orang yang berbeda budaya dan adaptif terhadap budaya modern dan profesionalisme.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, tanpa bermaksud sombong dan tinggi hati, patutlah kita berbangga bahwa orang Bali telah dibekali pendidikan karakter oleh orang tuanya. Pendidikan orang Bali secara informal telah mencakup pendidikan karakter. Sepanjang Masyarakat Bali tetap mempertahankan tradisi, adat dan hubungan dengan leluhur yang berlandaskan ajaran agama, niscaya proses pendidikan karakter itu akan tetap berproses. Patutlah kita berbangga. …</p>
<address><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/goldlogo.jpg"><br />
</a></address>
<br />Filed under: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/budaya/'>Budaya</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/hindu/'>hindu</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a> Tagged: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/agama/'>agama</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/bali/'>Bali</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/hindu/'>hindu</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/karakter/'>karakter</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/pendidikan/'>Pendidikan</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/perspektif/'>perspektif</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vantheyologi.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vantheyologi.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vantheyologi.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vantheyologi.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vantheyologi.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vantheyologi.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vantheyologi.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vantheyologi.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vantheyologi.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vantheyologi.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vantheyologi.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vantheyologi.wordpress.com/405/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vantheyologi.wordpress.com/405/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vantheyologi.wordpress.com/405/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=405&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/08/22/pendidikan-karakter-dalam-perspektif-hindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">VANtheyologist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/pangpiowkan-4534.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">PangPiowKan-4534</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/orang-bali.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">orang bali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/goldlogo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">goldlogo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/08/1028041.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1028041</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Renungan &#8220;Poem&#8221;</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/08/13/renungan-poem/</link>
		<comments>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/08/13/renungan-poem/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2011 16:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VANtheyologist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Topik Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[PUISI]]></category>
		<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vantheyologi.wordpress.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[CAKARKU CAKAR HARIMAU, KEPALAKU KEPALA IKAN TERI.. ULARKU ULAR SANCA&#8230; KUDAKU KUDA TROYA&#8230; Filed under: Topik Hangat Tagged: PUISI, RENUNGAN<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=402&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;">CAKARKU CAKAR HARIMAU, KEPALAKU KEPALA IKAN TERI..</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">ULARKU ULAR SANCA&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">KUDAKU KUDA TROYA&#8230;</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/topik-hangat/'>Topik Hangat</a> Tagged: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/puisi/'>PUISI</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/renungan/'>RENUNGAN</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vantheyologi.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vantheyologi.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vantheyologi.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vantheyologi.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vantheyologi.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vantheyologi.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vantheyologi.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vantheyologi.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vantheyologi.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vantheyologi.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vantheyologi.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vantheyologi.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vantheyologi.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vantheyologi.wordpress.com/402/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=402&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/08/13/renungan-poem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">VANtheyologist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakekat Anak Berkebutuhan Khusus</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/02/25/hakekat-anak-berkebutuhan-khusus/</link>
		<comments>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/02/25/hakekat-anak-berkebutuhan-khusus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 01:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VANtheyologist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[ABK]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[berkebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[disability]]></category>
		<category><![CDATA[disorder]]></category>
		<category><![CDATA[handicap]]></category>
		<category><![CDATA[impairment]]></category>
		<category><![CDATA[khusus]]></category>
		<category><![CDATA[tuna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vantheyologi.wordpress.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Anak Berkebutuhan Khusus Apabila kita membicarakan Pendidikan Luar Biasa yang dalam bahasa Inggris disebut “Special Education”, maka tidak bisa lepas dengan Anak Berkebutuhan Khusus atau Exceptional Children. Untuk Anak Berkebutuhan Khusus dikenal juga istilah anak cacat, anak berkelainan, anak tuna dan dalam pembelajarannya menjadi salah satu kelompok anak yang memiliki kebutuhan khusus. Dalam penggunaan istilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=395&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#3366ff;"><strong>Anak Berkebutuhan Khusus</strong></span></span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#3366ff;"><strong><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/02/tuna-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-396 aligncenter" title="tuna-1" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/02/tuna-1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</strong></span></span></p>
<p>Apabila kita membicarakan Pendidikan Luar Biasa yang dalam bahasa Inggris disebut “Special Education”, maka tidak bisa lepas dengan Anak Berkebutuhan Khusus atau Exceptional Children. Untuk Anak Berkebutuhan Khusus dikenal juga istilah anak cacat, anak berkelainan, anak tuna dan dalam pembelajarannya menjadi salah satu kelompok anak yang memiliki kebutuhan khusus.</p>
<p>Dalam penggunaan istilah tersebut anak berkebutuhan khusus di atas memiliki konsekuensi berbeda. Istilah yang paling tepat tergantung dari mana kita memandang. Seperti dalam bahasa Inggris dikenal istilah Impairment, disability, handicap.</p>
<p><strong><em>Impairment</em></strong> berhubungan dengan penyakit dan kelainan pada jaringan.</p>
<p><strong><em>Disability</em></strong> berhubungan dengan kekurangan/kesalahan fungsi atau tidak adanya bagian tubuh tertentu.</p>
<p><strong><em>Handicap</em></strong> berhubungan dengan kelainan dan ketidakmampuan yang dimiliki seseorang bila berinteraksi dengan lingkungan.</p>
<p>Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang memiliki kelainan pada fisik, mental, tingkah laku (behavioral) atau indranya memiliki kelainan yang sedemikian sehingga untuk mengembangkan secara maksimum kemampuannya (capacity) membutuhkan PLB atau layanan yang berhubungan dengan PLB.</p>
<p>Sesuai dengan hak asasi sebagai anak dimana ia harus tumbuh dan berkembang di tengah lingkungan keluarga, maka PLB dalam bentuk Kelas khusus yang lokasinya berada di SLB harus dirancang sedemikian rupa sehingga program dan layanannya dekat dengan lingkungan ABK.</p>
<p>Pada akhir perkembangan sekarang ini, Anak luar Biasa sudah mulai dianggap sebagai manusia biasa sama seperti yang lain. Ia memilii hak yang sama. Hal ini menimbulkan perlakuan yang wajar seperti pada anak yang lain yaitu dididik dan disekolahkan.<br />
Perbedaannya hanya terletak pada adanya kelaian yang disandangnya, Kelainan bisa terletak pada fisiknya, mentalnya, sosialnya atau perpaduan ketiganya. Mereka mengalami kelainan sedemikian rupa sehingga membutuhkan pelayanan Pendidikan Luar Biasa. Dengan sikap ini maka ia memiliki hak yang sama dengan anak biasa lainnya. Dengan sikap ini timbul deklarasi hak asasi manusia penyandang cacat yang meliputi:</p>
<ol>
<li>Hak untuk mendidik dirinya.      (The Right to Educated Oneself)</li>
<li>Hak untuk pekerjaan dan      profesi.(The Right to Occupation or Profession)</li>
<li>Hak untuk memelihara      kesehatan dan fisik secara baik ( The Right to Maintain Health and      Physical Well Being)</li>
<li>Hak untuk hidup mandiri (the      Right to Independent Living)</li>
<li>Hak untuk kasih sayang      (Right to Love)</li>
</ol>
<p><strong>Pengelompokan Anak Berkebutuhan Khusus</strong></p>
<p>Untuk keperluan Pendidikan Luar Biasa, Anak Berkebutuhan Khusus dapat dibagi kedalam 2 (dua) kelompok yaitu:</p>
<p><strong>1. Masalah (problem) dalam Sensorimotor</strong></p>
<p>Anak yang mengalami kelainan dan memiliki efek terhadap kemampuan melihat, mendengar dan kemampuan bergeraknya. Problem ini kita sebut Sensorimotor Problem.</p>
<p>Kelainan sensorimotor biasanya secara umum lebih mudah diidentifikasi, ini tidak berarti selalu lebih mudah dalam menemukan kebutuhannya dalam pendidikan.</p>
<p>Kelainan sensorimotor tidak harus berakibat masalah pada kemampuan inteleknya. Sebagian besar anak yang mengalami masalah dalam sensorimotor dapat belajar dan bersekolah dengan baik seperti anak yang tidak mengalami kelainan.</p>
<p>Ada tiga (3) jenis kelainan yang termasuk problem dalam sensorimotor yaitu:<br />
a. Hearing disorders (Kelainan pendengaran atau tunarungu)<br />
b. Visual Impairment.(kelainan Penglihatan atau tunanetra)<br />
c. Physical Disability (kelainan Fisik atau tunadaksa)</p>
<p>Setiap jenis kelainan tersebut akan melibatkan berbagai keahlian di samping guru khusus yang memiliki keterampilan dan keahlian khusus sesuai kebutuhan setiap jenis kelainan. Kerjasama sebagai tim dari setiap ahli sangat penting untuk keberhasilan pembelajaran ABK.</p>
<p><strong>2. Masalah (problem) dalam belajar dan tingkah laku.</strong></p>
<p>Kelompok Anak Berkebutuhan Khusus yang mengalami problem dalam belajar adalah:</p>
<p>a. <strong><em>Intellectual Disability</em></strong> (keterbelakangan mental atau tunagrahita)<br />
b. <strong><em>Learning disability</em></strong> (ketidakmampuan belajar atau Kesulitan belajar khusus)<br />
c. <strong><em>Behavior disorders</em></strong> (anak nakal atau tunalaras)<br />
d. <strong><em>Giftet dan talented</em></strong> (anak berbakat)<br />
e. <strong><em>Multy handicap</em></strong> (cacat lebih dari satu atau tunaganda)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<br />Filed under: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/sosial/'>Sosial</a> Tagged: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/abk/'>ABK</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/anak/'>anak</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/berkebutuhan/'>berkebutuhan</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/disability/'>disability</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/disorder/'>disorder</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/handicap/'>handicap</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/impairment/'>impairment</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/khusus/'>khusus</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/tuna/'>tuna</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vantheyologi.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vantheyologi.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vantheyologi.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vantheyologi.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vantheyologi.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vantheyologi.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vantheyologi.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vantheyologi.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vantheyologi.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vantheyologi.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vantheyologi.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vantheyologi.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vantheyologi.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vantheyologi.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=395&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/02/25/hakekat-anak-berkebutuhan-khusus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">VANtheyologist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/02/tuna-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tuna-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wabah penyakit Legionella, apa ada di Bali?</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/01/21/wabah-penyakit-legionella-apa-ada-di-bali/</link>
		<comments>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/01/21/wabah-penyakit-legionella-apa-ada-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 23:51:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VANtheyologist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Topik Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[legionella]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[pernafasan]]></category>
		<category><![CDATA[wabah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vantheyologi.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Legionella (Pontiac Fever). Sumber : http://www.republika.co.id Kementerian Kesehatan menyatakan akan terus menyelidiki dugaan wabah legionella di Bali setelah dilaporkan ada beberapa turis Australia terkena serangan bakteri tersebut. Bakteri ini menyerang saluran pernafasan. Dalam bahasa Inggris penyakit ini disebut Legionaire Disease dan masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. Bakteri Legionella biasanya berkembang di air, khususnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=390&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><span style="color:#0000ff;">Penyakit Legionella (Pontiac Fever).</span></h3>
<p><span style="color:#0000ff;"> </span><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/01/legionella-glow.jpg"><span style="color:#0000ff;"> </span></a><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/01/legionella.jpg"><img class="size-medium wp-image-388 aligncenter" title="legionella" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/01/legionella.jpg?w=211&#038;h=195" alt="" width="211" height="195" /></a></p>
<p><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/01/legionella-glow.jpg">Sumber : http://www.republika.co.id</a></p>
<p>Kementerian Kesehatan menyatakan akan terus menyelidiki dugaan wabah  legionella di Bali setelah dilaporkan ada beberapa turis Australia  terkena serangan bakteri tersebut. Bakteri ini menyerang saluran  pernafasan.</p>
<p>Dalam bahasa Inggris penyakit ini disebut Legionaire  Disease dan masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. Bakteri Legionella  biasanya berkembang di air, khususnya pada lingkungan yang hangat  seperti pada bak mandi dengan air panas, tangki berisi air panas, sistem  pipa dan sistem pendingin udara.</p>
<p>Dalam situs kalbe.co.id,  legionellosis adalah suatu penyakit infeksi bakteri akut yang bersifat  new emerging diseases. Secara keseluruhan baru dikenal 20 spesies dan  penyebab Legionellosis adalah Legionella pneumophila.</p>
<p>Legionellosis  terjadi di Philadelphia Amerika Serikat pada tahun 1976 dengan jumlah  kasus 182 dan kematian 29 orang. Di Indonesia kasus ini ada di sejumlah  tempat antara lain di Bali (1996), di Karawaci Tangerang (1999), dan di  sejumlah kota lainnya. Dari hasil survai tahun 2001 atas petugas air menara sistem pendingin di hotel-hotel di Jakarta dan Denpasar ditemukan hampir 90 persen  pernah terpajan bakteri Legionella.</p>
<p>Bakteri  Legionella biasa hidup di air laut, air tawar, sungai, lumpur, danau,  mata air panas, genangan air bersih, air menara sistem pendingin di  gedung bertingkat, hotel, spa, pemandian air panas, air tampungan sistem  air panas di rumah-rumah, air mancur buatan yang tidak terawat baik,  endapan, lendir, ganggang, jamur, karat, kerak, debu, kotoran, atau  benda asing lainnya. Bakteri ini juga terdapat di peralatan rumah sakit seperti alat bantu pernafasan.<span id="more-390"></span>Legionella  pneumophila termasuk bakteri Gram negatif, berbentuk batang, tidak  meragi D-glukosa, tidak mereduksi nitrat menjadi nitrit. Koloni bakteri  ini hidup subur menempel di pipa-pipa karet dan plastik yang berlumut  dan tahan kaporit dengan konsentrasi klorin 2­6 mg/l. Legionella dapat  hidup pada suhu antara 5,7°C &#8211; 63°C dan hidup subur pada suhu 30°C &#8211;  45°C.</p>
<p>Penularan Legionella pada manusia, antara lain melalui aerosol di udara atau minum air yang mengandung Legionella;  dapat pula melalui aspirasi air yang terkontaminasi, inokulasi langsung  melalui peralatan pernafasan dan pengompresan luka dengan air yang  terkontaminasi. Masa inkubasi 1-10 hari.</p>
<p>&#8220;Di Australia, memang sering terjadi &#8216;outbreak&#8217; penyakit ini. Dalam  lima  tahun terakhir sudah belasan kali,&#8221; kata Direktur Jenderal  Pengendalian  Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian  Kesehatan Prof dr  Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&amp;H, DTCE di  Jakarta.</p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Gejala Penyakit.</span></h3>
<p>DEFINISI<br />
Penyakit Legionnaire (<em>Legionella pneumonia; Pontiac fever</em>)adalah suatu infeksi saluran pernafasan akut yang disebabkan oleh bakteri <em>Legionella  Pneumophilia</em> dan spesies lainnya dari Legionella; yang bisa menyebabkan serangkaian penyakit, mulai dari batuk ringan dan demam sampai <em>pneumonia</em>.</p>
<p>Penyakit ini merupakan 1-8% dari semua kasus pneumonia dan sekitar 4%  dari pneumonia berat yang didapat di rumah sakit. Penyakit ini cenderung  terjadi pada akhir musim panas dan awal musim gugur.</p>
<p>PENYEBAB<br />
Penyebabnya adalah bakteri <em>Legionella Pneumophilla</em> dan spesies lainnya dari Legionella. Bakteri ini ditemukan di dalam  sistem pengaliran air dan bisa bertahan di dalam sistem penyejuk udara  yang hangat dan lembab di gedung-gedung perkantoran, termasuk rumah  sakit. Karena itu jika organisme ini menyebar melalui sistem penyejuk  udara di hotel atau rumah sakit, maka bisa terjadi wabah yang luas.</p>
<p>Mulai dari timbulnya gejala, keadaan akan semakin memburuk pada 4-6  hari pertama, dan 4-5 hari kemudian mulai membaik. Kebanyakan infeksi  menyerang usia pertengahan atau usia lanjut, meskipun juga bisa menerang  anak-anak. Pada anak-anak, penyakit ini biasanya tidak terlalu berat.</p>
<p>Faktor resiko terjadinya penyakit Legionnaire:</p>
<ul>
<li> Merokok sigarret</li>
<li> Penyakit tertentu (misalnya gagal ginjal, kanker, diabetes  atau penyakit paru obstruktif menahun)</li>
<li> Penderita gangguan sistem kekebalan akibat kemoterapi,  kortikosteroid atau penyakit (misalnya kanker dan <em>leukemia</em>)</li>
<li> Alkoholik</li>
<li> Usia pertengahan atau usia lanjut</li>
</ul>
<p>GEJALA<br />
Gejalanya berupa:<br />
- Sakit dan kaku otot,<br />
- Nyeri persendian,<br />
- Tidak bertenaga,<br />
- Merasa tidak enak badan,<br />
- Sakit kepala,<br />
- Demam,<br />
- Menggigil,<br />
- Batuk kering,<br />
- Batuk darah,<br />
- Sesak nafas,<br />
- Nyeri dada,<br />
- Diare, dan<br />
- <em>Ataksia</em> (gangguan koordinasi).</p>
<p>DIAGNOSA<br />
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan berikut:</p>
<ul>
<li> Pemeriksaan fisik dengan menggunakan <em>stetoskop</em> akan terdengar suara <em>ronki</em> halus</li>
<li> Pemeriksaan dahak dengan pewarnaan <em>DFA</em> (<em>direct fluorescent antibody</em>) menunjukkan adanya Legionella</li>
<li> Biakan bakteri dari saluran pernafasan</li>
<li> <em>Tes urin antigen</em> menunjukkan hasil positif</li>
<li> Rontgen dada menunjukkan adanya pneumonia</li>
<li> Analisa gas darah arteri menunjukkan rendahnya konsentrasi oksigen</li>
<li> Hitung jenis darah menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel darah putih</li>
<li> Laju endap darah meningkat</li>
<li> Natrium serum rendah.</li>
</ul>
<p>PENGOBATAN<br />
Erythromycin  merupakan antibiotik terpilih untuk mengobati penyakit Legionnaire. Pada  kasus yang tidak terlalu berat, dapat diberikan <em>per-oral</em> (melalui mulut); jika tidak memungkinkan, bisa diberikan secara <em>intravena</em> (melalui pembuluh darah).</p>
<p>Jika terjadi gangguan pernafasan yang sangat berat, maka sebaiknya  penderita dirawat di rumah sakit guna mendapatkan cairan dan elektrolit  serta oksigen tambahan (baik melalui sungkup muka maupun melalui  ventilator mekanik). Sebagian besar penderita yang diobati dengan  erythomycin akan menunjukkan perbaikan, tetapi proses penyembuhannya  memerlukan waktu yang lama. Angka kematian adalah sekitar 20%. Angka  kematian yang lebih tinggi ditemukan pada mereka yang mendapatkan  penyakit ini di rumah sakit atau pada penderita gangguan sistem  kekebalan.</p>
<p>Sumber: http://www.spesialis.info</p>
<p><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/01/legionella-glow.jpg"><span style="color:#0000ff;"> </span></a><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/01/legionella.jpg"></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/topik-hangat/'>Topik Hangat</a> Tagged: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/bali/'>Bali</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/kesehatan/'>kesehatan</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/legionella/'>legionella</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/penyakit/'>penyakit</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/pernafasan/'>pernafasan</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/wabah/'>wabah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vantheyologi.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vantheyologi.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vantheyologi.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vantheyologi.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vantheyologi.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vantheyologi.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vantheyologi.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vantheyologi.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vantheyologi.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vantheyologi.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vantheyologi.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vantheyologi.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vantheyologi.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vantheyologi.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=390&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vantheyologi.wordpress.com/2011/01/21/wabah-penyakit-legionella-apa-ada-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">VANtheyologist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2011/01/legionella.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">legionella</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Planet Lain Seperti Bumi Ditemukan!!</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com/2010/12/28/planet-lain-seperti-bumi-ditemukan/</link>
		<comments>http://vantheyologi.wordpress.com/2010/12/28/planet-lain-seperti-bumi-ditemukan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 03:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VANtheyologist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[earth]]></category>
		<category><![CDATA[exoplanet]]></category>
		<category><![CDATA[Gliese]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[surya]]></category>
		<category><![CDATA[tata]]></category>
		<category><![CDATA[zarmina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vantheyologi.wordpress.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Akankah Manusia Pindah Ke Planet mirip Bumi? Planet Zarmina&#8230; Sumber : ANTARA News Para astronom menemukan Gliese 581g, sebuah planet seukuran Bumi yang bergerak mengorbiti sebuah bintang dan berpotensi didiami manusia. Planet itu merupakan planet yang paling mirip Bumi yang pernah ditemukan dalam sistem tata surya lain dan yang paling berkemungkinan untuk didiami. &#8220;Penemuan kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=384&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#0000ff;">Akankah Manusia Pindah Ke Planet mirip Bumi? Planet Zarmina&#8230;<br />
</span></h2>
<p><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2010/12/planet-mirip-bumi_large.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-383" title="Planet-Mirip-Bumi_large" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2010/12/planet-mirip-bumi_large.jpg" alt="" width="266" height="269" /></a></p>
<p><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2010/12/planet-mirip-bumi_large.jpg"></a><a href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2010/12/planet-mirip-bumi_large-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-382" title="Planet-Mirip-Bumi_large 1" src="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2010/12/planet-mirip-bumi_large-1.jpg?w=264&#038;h=198" alt="" width="264" height="198" /></a></p>
<p>Sumber : <a href="http://www.antaranews.com"><span style="text-decoration:underline;">ANTARA News</span></a></p>
<p>Para astronom menemukan Gliese 581g, sebuah planet seukuran Bumi yang  bergerak mengorbiti sebuah bintang dan berpotensi didiami manusia.</p>
<p>Planet  itu merupakan planet yang paling mirip Bumi yang pernah ditemukan dalam  sistem tata surya lain dan yang paling berkemungkinan untuk didiami.</p>
<p>&#8220;Penemuan  kami memberikan bukti kuat tentang planet yang bisa didiami,&#8221; tulis  Professor Steven Vogt, seorang astronom dari University of California,  Santa Cruz, Amerika Serikat dalam Astrophysical Journal seperti yang  dikutip The Telegraph, Rabu (29/9).</p>
<p>&#8220;Bahwasannya kami bisa  mendeteksi planet itu dengan cepat dan letaknya sangat dekat,  membuktikan bahwa planet seperti itu pasti sangat banyak,&#8221;Vogt  melanjutkan.</p>
<p>Lebih dari 400 eksoplanet telah ditemukan oleh para  astronom tetapi sebagian besar dari mereka adalah planet gas raksasa  seperti Jupiter, dan tidak cocok untuk didiami.<span id="more-384"></span></p>
<p>Planet itu sendiri ditemukan setelah 11 tahun pengamatan di Observatorium W. M. Keck di Hawaii.</p>
<p>Dalam  jurnal itu, Professor Vogt dan Paul Butler dari Carnegie Institution di  Washington, sebenarnya melaporkan tentang keberadaan dua planet yang  mengorbiti sebuah bintang merah Gliese 581.</p>
<p>Yang menarik dari dua  planet itu adalah Gliese 581g yang massanya tiga sampai empat kali masa  Bumi dan memiliki waktu orbit 37 hari.</p>
<p>Massa Gliese 581g  mengindikasikan bahwa planet itu kemungkinan terdiri dari bebatuan  dengan permukaan yang kokoh dan memiliki daya grafitasi yang cukup untuk  menahan atmosfer.</p>
<p>Gliese 851g berjarak 20 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Libra.</p>
<p>Planet  itu, karena terikat pada Gliese 581, memiliki bagian yang menghadap ke  arah bintang itu dan menghasilkan siang sementara daerah sebaliknya  gelap.</p>
<p>Para ilmuwan memperkirakan suhu rata-rata permukaan planet  itu berkisar antara -31 sampai 12 derajat Celcius atau -24 sampai 10  derajat Fahrenhit.</p>
<p>Menurut Vogt, daya gravitasi planet itu sama  atau sedikit lebih kuat daripada di Bumi, mudah berjalan atau bergerak  di planet itu.</p>
<p>Tim pemburu yang menemukan Gliese 581g, itu adalah Steven  Vogt dari University of California (UC) Santa Cruz, Paul Butler dari  Carnegie Institution, Eugenio River dari UCSC, Nader Hagahighipour dari  University of Hawaii, Manoa, serta Gregory Henry dan Michael Williamson,  dari Tennessee State University.</p>
<p>Planet  581g ini terletak di  konstelasi Libra, dalam sistem tata surya bintang kerdil merah (Red  Dwarf). Bintang kerdil berwarna merah itu dikatalogkan astronom Jerman  Wilhem Gliese, pada tahun 1957. Guna menghormat sang penemu, bintang  kerdil merah yang menyerupai matahari itu kemudian diberi nama Gliese  581.</p>
<p>Gliese 581 memiliki sejumlah planet yang mengitarinya, yang  kemudian diberi nama Gliese 581 dengan diimbuhi dengan abjad di  belakangnya sebagai pembeda.</p>
<p>Planet yang paling dekat dengan  bintang induk Gliese 581 diberi nama Gliese 581e, disusul Gliese 581b,  dan Gliese 581c. Planet yang berada di posisi keempat adalah planet yang  baru ditemukan, Gliese 581g. Dua planet di belakangnya diberi nama  Gliese 581d, dan yang terjauh  Gliese 581f.</p>
<p>Namun yang kini paling menarik perhatian adalah Gliese 581g. Sebab planet baru itu sangat mirip dengan kondisi bumi.</p>
<p>Steven  Vogt, penemu planet itu, kurang sreg dengan nama Gliese 581g. Planet  baru ini, katanya, “terlalu cantik untuk diberi nama Gliese 581g.” Vogt  lebih suka menamainya  Zarmina, nama istri Vogt yang tinggal di  California.</p>
<p><strong>Zarmina..??</strong></p>
<p>Planet ini mirip  dengan bumi. Ukurannya lebih besar, sekitar 20 hingga 50 persen lebih  besar dari bumi. “Planet ini bisa menampung lebih banyak real estate  daripada bumi,” kata Vogt setengah bercanda. Dengan ukuran sebesar itu,  Zarmina tentu saja bisa mampu menampung lebih banyak mahluk hidup,  termasuk manusia.</p>
<p>Bagaimana keadaan di sana? Zarmina ini memiliki  massa 3 hingga 4  kali lebih besar dari massa bumi. Gravitasi di  permukaannya juga lebih besar, sekitar 1 hingga 1,5 lebih besar dari  gravitasi bumi. Artinya, kalau kalau di bumi bobot Anda 70kg, maka di  Zarmina akan melar hingga sekitar 100kg.</p>
<p>Kekuatan gravitasi yang  lebih besar itu, membuat Zarmina mampu menahan lapisan atmosfer di  permukaannya. Atmosfir memang sangat penting, terutama untuk menjaga  tekanan air, agar tetap bisa berwujud cair.</p>
<p>“Dari data yang kami  kumpulkan planet ini berada di jarak yang tepat untuk menemukan  keberadaan air, dan massa planet ini juga tepat untuk keberadaan  atmosfir,” kata Paul Butler, peneliti  dari Carnegie Institution of  Washington, yang membantu Vogt. Dengan posisi seperti itu, Zarmina  mungkin saja bisa dihuni manusia.</p>
<p>Ahli Riset Astronomi Astrofisika  dari LAPAN, Profesor Dr. Thomas Djamaludin, menegaskan bahwa setidaknya  ada tiga syarat utama sebuah planet bisa dihuni. Yakni sumber panas  (matahari), air dan kehidupan organik. Dari indikasi yang ditemukan para  ahli, Zarmina sudah memenuhi dua dari tiga syarat tadi.</p>
<p>Jarak  Zarmina dengan matahari ( Gliese 581) sekitar 0,15 satuan astronomi  (SA). Dan 1 satuan SA setara dengan jarak bumi dengan matahari, atau  sekitar 150 juta km.</p>
<p>Artinya, jarak Zarmina dengan mataharinya  (Gliese 581) 7 kali lebih dekat  daripada jarak bumi ke matahari. Bila  bumi memiliki revolusi selama 364 hari, Zarmina hanya memerlukan 37 hari  guna menuntaskan sekali putaran di orbitnya.</p>
<p>Karena Gliese 581  jauh lebih kecil dari ukuran matahari yang dikitari bumi, bintang itu  tak akan sepanas matahari. Oleh karenanya, suhu rata-rata permukaan  Zarmina, diperkirakan berkisar antara -31 hingga -12 derajat Celsius.</p>
<p>Namun  temperatur aktual planet ini cukup ekstrim. Bisa sangat panas. Bisa  pula sangat dingin. Menurut Vogt, di antara kawasan panas dan dingin,  terdapat wilayah terminator.</p>
<p>Pada wilayah terminator yang dilewati  garis khatulistiwa, suhunya terasa hangat, seperti di Meksiko atau  Ekuador, di mana penghuni di sana masih cukup nyaman mengenakan kaus  berlengan.</p>
<p>Di wilayah yang panas, angin akan bertiup dengan  kecepatan 30-40 mil per jam. Sementara di tempat yang dingin, angin  berhembus dengan kecepatan hingga 10 mil per jam.</p>
<p>Uniknya,  lantaran letaknya cukup dekat dengan bintang induk, Zarmina sama sekali  tidak melakukan rotasi seperti bumi. Untuk mempertahankan posisinya dari  tarikan gravitasi matahari (Gliese 581), posisi Zarmina terkunci.</p>
<p>Permukaan  yang menghadap matahari akan tetap mendapat cahaya dan panas, sementara  permukaan sebelah belakang akan gelap dan dingin sepanjang masa. Oleh  karenanya, di planet itu tidak ada siang dan malam. Bagian yang  menghadapi matahari selalu siang dan bagian sebaliknya, malam selalu.</p>
<p><strong>Sejak 11 Tahun Lalu</strong></p>
<p>Penemuan  ini adalah hasil jerih payah Steven Vogt dan timnya, yang mengawali  penelitian yang disponsori National Science Foundation dan NASA, sejak  11 tahun lalu.</p>
<p>Vogt, adalah Profesor astronomi dan astrofisika  yang telah melakukan observasi di berbagai riset UCSC dan University of  California Observatories, sejak 1978. Vogt adalah orang yang mendesain  spektrometer HIRES, yang digunakan untuk mengukur kecepatan radial  sebuah bintang.</p>
<p>Penemuan Zarmina sendiri  disandarkan pada penelitian-penelitian di Observatorium WM Keck di Mauna  Kea, Hawaii, yang dikombinasikan dengan data-data dari Observatorium  Geneva Swiss, yang sebelumnya sudah menemukan empat planet Gliese lain.</p>
<p>Ini  memang seperti berada di perbatasan antara fiksi dan kenyataan. Para  peneliti sendiri tak pernah melihat langsung planet Zarmina melalui  teleskop, karena teleskop hanya bisa melihat cahaya dari bintang induk  Gliese 581.</p>
<p>Mereka hanya bisa menganalisa adanya planet-planet –  termasuk Zarmina, dengan menggunakan spektrometer yang mampu mengukur  kecepatan radial bintang Gliese 581.</p>
<p>Gaya tarik menarik antara  bintang Gliese 581 dengan Zarmina, menyebabkan bintang induk mengalami  pergerakan dan berputar pada orbit yang kecil. Dengan mengamati  kecepatan radial itulah, kemudian planet Zarmina terdeteksi dan dapat  diperkirakan massa dan orbitnya.</p>
<p>Penemuan Zarmina sendiri dicapai  melalui perdebatan dan kompetisi yang cukup seru di kalangan para  peneliti. Untuk mengumpulkan data-data, setiap tahun Tim Vogt hanya  memiliki 15 hari untuk menggunakan teleskop, yang diantre oleh begitu  banyak tim yang meriset berbagai obyek penelitian.</p>
<p><strong>Planet Lain Selanjutnya</strong></p>
<p>Penemuan  Vogt itu disanjung para ilmuwan ternama. Salah satunya adalah Sara  Seager, pakar Eksoplanet (planet-planet di luar tata surya) dari MIT.  “Penemuan ini sangat incremental dan monumental,” kata Sara.</p>
<p>Menurutnya,  riset-riset yang dilakukannya telah menemukan beberapa planet yang  lebih kecil dan letaknya dekat dengan zona yang bisa ditinggali manusia  (habitable zone). Tapi, dia melanjutkan, “Ini adalah planet yang  benar-benar berada di habitable zone.”</p>
<p>Di  luar Zarmina, diperkirakan masih ada lebih dari 400 planet ekstrasolar  yang menunggu ditemukan. Namun, seperti kata Profesor Thomas  Djamaluddin, penemuan planet-planet habitable saat ini lebih pada tujuan  penemuan terhadap kemungkinan adanya kehidupan mahluk cerdas lain  selain manusia.</p>
<p>Sementara untuk tujuan untuk membangun koloni  manusia di planet tersebut, masih belum terpikirkan.  “Itu masih lebih  mirip dengan cerita science fiction,” kata Djamaluddin. Sebab, untuk  mencapai planet Zarmina yang jauhnya sekitar  20 tahun cahaya (sekitar  200 triliun km), butuh waktu yang sangat lama.</p>
<p>Menurut Vogt,  sebuah pesawat luar angkasa berkecepatan sepersepuluh kecepatan cahaya  (kecepatan cahaya adalah 300 ribu km per detik), baru akan membawa  manusia sampai ke planet itu dalam waktu 220 tahun.</p>
<p>Sekian.</p>
<br />Filed under: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/pendidikan/'>Pendidikan</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/topik-hangat/'>Topik Hangat</a> Tagged: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/bumi/'>bumi</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/earth/'>earth</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/exoplanet/'>exoplanet</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/gliese/'>Gliese</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/kiamat/'>kiamat</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/planet/'>planet</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/surya/'>surya</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/tata/'>tata</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/zarmina/'>zarmina</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vantheyologi.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vantheyologi.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vantheyologi.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vantheyologi.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vantheyologi.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vantheyologi.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vantheyologi.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vantheyologi.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vantheyologi.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vantheyologi.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vantheyologi.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vantheyologi.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vantheyologi.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vantheyologi.wordpress.com/384/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=384&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vantheyologi.wordpress.com/2010/12/28/planet-lain-seperti-bumi-ditemukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">VANtheyologist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2010/12/planet-mirip-bumi_large.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Planet-Mirip-Bumi_large</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2010/12/planet-mirip-bumi_large-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Planet-Mirip-Bumi_large 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Seleksi CPNS Provinsi Bali Tahun 2010</title>
		<link>http://vantheyologi.wordpress.com/2010/12/11/pengumuman-seleksi-cpns-provinsi-bali-tahun-2010/</link>
		<comments>http://vantheyologi.wordpress.com/2010/12/11/pengumuman-seleksi-cpns-provinsi-bali-tahun-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 07:04:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VANtheyologist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Topik Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[cpns]]></category>
		<category><![CDATA[pengumuman hasil]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi bali]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi cpns]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vantheyologi.wordpress.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Download Pengumuman Seleksi CPNS Prov Bali 2010&#8230; Klik to download Filed under: Bali, Topik Hangat Tagged: 2010, Bali, cpns, pengumuman hasil, provinsi bali, seleksi, seleksi cpns<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=379&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#0000ff;">Download Pengumuman Seleksi CPNS Prov Bali 2010</span>&#8230;</h2>
<p><a title="pengumuman" href="http://vantheyologi.files.wordpress.com/2010/12/pengumuman-lulus-cpns-2010.pdf">Klik to download</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/bali/'>Bali</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/category/topik-hangat/'>Topik Hangat</a> Tagged: <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/2010/'>2010</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/bali/'>Bali</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/cpns/'>cpns</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/pengumuman-hasil/'>pengumuman hasil</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/provinsi-bali/'>provinsi bali</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/seleksi/'>seleksi</a>, <a href='http://vantheyologi.wordpress.com/tag/seleksi-cpns/'>seleksi cpns</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vantheyologi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vantheyologi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vantheyologi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vantheyologi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vantheyologi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vantheyologi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vantheyologi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vantheyologi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vantheyologi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vantheyologi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vantheyologi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vantheyologi.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vantheyologi.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vantheyologi.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vantheyologi.wordpress.com&amp;blog=6821303&amp;post=379&amp;subd=vantheyologi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vantheyologi.wordpress.com/2010/12/11/pengumuman-seleksi-cpns-provinsi-bali-tahun-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">VANtheyologist</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
